Tulis & Tekan Enter
images

Wakil Ketua Pansus LKPJ, Abdul Rohim (rk).

Ketergantungan Sektor Dominan Disorot, DPRD Samarinda Minta Fondasi Ekonomi Diperkuat

Kaltimkita.com, SAMARINDA - Arah pembangunan ekonomi Kota Samarinda kembali jadi perhatian DPRD, bukan semata pada capaian angka pertumbuhan, melainkan pada risiko di balik struktur ekonomi yang dinilai belum kokoh.

Sorotan itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025. Dalam forum tersebut, DPRD menilai ketergantungan pada sektor-sektor tertentu masih cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan kerentanan.

Wakil Ketua Pansus LKPJ, Abdul Rohim, menegaskan bahwa dominasi sektor seperti konstruksi, perdagangan besar, dan pertambangan perlu diwaspadai. Menurutnya, kondisi tersebut bisa berdampak luas jika salah satu sektor mengalami gangguan.

“Struktur ekonomi kita ini belum seimbang. Kalau satu sektor melemah, efeknya bisa langsung terasa ke berbagai lini,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Ia menilai, upaya diversifikasi ekonomi harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Penguatan sektor alternatif seperti UMKM, pariwisata, dan pertanian dinilai penting agar ekonomi daerah tidak bertumpu pada sektor yang sama secara terus-menerus.

Dalam pembahasan RDP, DPRD juga mencermati sejumlah indikator makro, termasuk PDRB per kapita dan rasio gini. Hasil evaluasi menunjukkan masih adanya ketimpangan kontribusi antar sektor terhadap perekonomian daerah.

Selain struktur ekonomi, DPRD turut menyoroti komposisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih bergantung pada pajak. Kondisi ini dinilai berisiko apabila terjadi perlambatan ekonomi atau penurunan daya beli masyarakat.

“Kalau penerimaan hanya bertumpu pada pajak, maka ketika ekonomi melambat, fiskal daerah ikut tertekan,” katanya.

DPRD pun mendorong optimalisasi sumber pendapatan lain, seperti retribusi dan pengelolaan aset daerah, guna memperkuat ketahanan fiskal.

Melalui evaluasi ini, DPRD Samarinda menekankan pentingnya membangun ekonomi yang tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga kuat secara struktur dan tahan terhadap guncangan.

“Jangan sampai kita terlena dengan angka pertumbuhan. Justru yang harus kita jaga adalah daya tahan ekonominya,” tutupnya. (rk/adv).



Tinggalkan Komentar

//