Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan siap menerima jemaah calon haji Kloter 1 asal Samarinda pada Sabtu (25/4/2026) pukul 20.00 WITA.
Penerimaan ini mundur dari rencana awal pukul 06.00 WITA menyusul penyesuaian jadwal dari maskapai Garuda Indonesia.
Ketua PPIH Embarkasi Balikpapan, Muklis Hasan, mengonfirmasi bahwa perubahan jadwal untuk Kloter 1 ini sudah terjadi sebanyak lima kali.
Perubahan terakhir memajukan kedatangan jemaah satu hari lebih awal dari rencana semula. "Yang tadinya calon jemaah masuk tanggal 26 dan berangkat tanggal 27, dimajukan satu hari. Datangnya tanggal 25, berangkatnya tanggal 26," ujar Muklis, Sabtu (25/4/2026).
Kloter 1 membawa 360 jemaah dari total 1.025 jemaah asal Samarinda yang terbagi dalam lima kloter. Setelah diterima malam ini, seluruh jemaah Kloter 1 dijadwalkan bertolak menuju Madinah, Arab Saudi, pada Minggu, 26 April 2025, pukul 23.55 WITA.
Embarkasi Balikpapan tahun ini melayani empat provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara, dengan total 5.812 jemaah. Khusus Kalimantan Timur, jumlah jemaahnya mencapai 3.168 orang.
Muklis menyebut pihaknya telah menuntaskan serangkaian persiapan, mulai dari rapat internal, rapat lintas sektoral, hingga gladi bersih mekanisme pemberangkatan melalui garbarata.
PPIH juga memastikan hak-hak jemaah terpenuhi, termasuk dokumen perjalanan, obat-obatan, dan alat pelindung diri (APD), serta pelaksanaan briefing manasik.
Salah satu hal baru yang diterapkan tahun ini adalah distribusi kartu Nusuk di Embarkasi Balikpapan.
Sebelumnya, kartu identitas jemaah untuk keperluan ibadah di Arab Saudi itu hanya dibagikan setelah jemaah tiba di Tanah Suci.
"Kartu Nusuk, kalau dulu dibagikan di Arab Saudi, alhamdulillah pada tahun ini di Embarkasi Balikpapan sudah dibagikan," kata Muklis.
Kata dia, tim kartu Nusuk telah tiba di Balikpapan dan kartu sudah tersedia. Aktivasi kartu akan dilakukan saat proses penerimaan jemaah berlangsung malam ini.
Terkait perubahan jadwal, Muklis menegaskan bahwa PPIH tidak memiliki kewenangan menentukan waktu keberangkatan secara sepihak.
Penjadwalan sepenuhnya bergantung pada maskapai, dan seluruh pihak terkait harus menyesuaikan diri. "Kita harus menyesuaikan dengan penjadwalan dari Garuda," tegasnya.
Usai pemberangkatan Kloter 1 tersebut, PPIH Embarkasi Balikpapan akan menggelar rapat evaluasi guna menyempurnakan mekanisme layanan pada kloter-kloter berikutnya, mencakup efektivitas penerimaan, keamanan prosedur, dan kenyamanan waktu istirahat jemaah. (zyn)


