Tulis & Tekan Enter
images

Lurah Margo Mulyo, Aris Yanuar Wibowo

Tekan Sampah dari Hulu, Warga Margo Mulyo Ubah Pola Pikir Lewat Ekobrik

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Upaya penanganan sampah pesisir di Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, kini mulai menyasar akar persoalan, yakni perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah tangga.

Inisiatif ini digerakkan oleh Gesang, warga setempat yang mendorong pemanfaatan sampah plastik menjadi ekobrik. Melalui cara sederhana, botol plastik diisi padat dengan limbah anorganik seperti bungkus makanan, kemudian dimanfaatkan menjadi barang berguna.

Gerakan tersebut tak hanya berfokus pada hasil akhir berupa produk, tetapi juga pada proses edukasi warga agar lebih bijak dalam memperlakukan sampah sejak dari sumbernya. “Yang paling penting sebenarnya bukan hanya hasil ekobriknya, tapi bagaimana masyarakat mulai memilah dan tidak lagi membuang sampah sembarangan,” Lurah Margo Mulyo Aris Yanuar Wibowo, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, persoalan sampah di kawasan pesisir selama ini tidak lepas dari kebiasaan warga yang masih menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan akhir. Kondisi ini berdampak langsung pada ekosistem mangrove yang tertutup limbah plastik.

Melalui kegiatan rutin yang dilakukan Aris bersama warga, perlahan kebiasaan tersebut mulai berubah. Warga yang sebelumnya tidak peduli, kini mulai ikut mengumpulkan sampah plastik untuk diolah.

Setiap pekan, kegiatan bersih-bersih pesisir menjadi sarana edukasi langsung. Warga diajak melihat dampak nyata dari sampah yang menumpuk, sekaligus diberikan solusi konkret melalui pengolahan ekobrik. “Pendekatannya sederhana, tapi efektif. Warga diajak terlibat langsung, jadi kesadarannya tumbuh,” tambahnya.

Ia menjelaskan, keberadaan bank sampah di RT 41 sebenarnya sudah lebih dulu berjalan. Namun, gerakan ekobrik memberikan alternatif lain yang lebih mudah diterapkan oleh masyarakat luas, terutama bagi mereka yang belum terbiasa dengan sistem bank sampah.

Pemerintah kelurahan pun melihat potensi besar dari gerakan ini untuk dikembangkan lebih luas. Koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan tengah disiapkan guna memberikan pelatihan dan pendampingan teknis kepada warga. Dengan dukungan tersebut, diharapkan pengelolaan sampah tidak hanya bersifat insidental, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat.

Aris menekankan bahwa perubahan besar dalam penanganan sampah harus dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Ia optimistis, jika gerakan seperti ini terus berkembang, kawasan pesisir Margo Mulyo bisa terbebas dari persoalan sampah secara bertahap. “Ini soal kebiasaan. Kalau dari rumah sudah benar, maka dampaknya akan terasa sampai ke lingkungan yang lebih luas,” tutupnya.(ref)



Tinggalkan Komentar

//