KaltimKita.com, SANGATTA – Ditengah pengejaran mobil Toyota Avanza dengan Nopol KT 1624 CN yang ditumpangi oleh tiga tersangka AM (50), NM (30), NH pada Selasa (2/3/2021) saat diburu team Macan Satreskrim Polres Kutim berlangsung seru.
Bahkan saat tim Macan Satreskrim Polres Kutim berupaya menghentikan laju kendaraan tiga kawanan pencuri itu, salah satu petugas tim Macan sempat melepaskan tembakan ke arah mobil tindakan kejahatan tersebut.
Peluru yang dimuntahkan dari ujung moncong senjata standar Polri itu sempat menembus pintu bagian samping depan kabin penumpang disebelah kursi juru mudi. Setelah cukup lama bekejar-kejaran dan sebanyak 3 kali memutar arah dari poros Bontang menuju ke arah Sangatta. Kemudian berbalik arah lagi ke arah sangatta Bontang dan sempat saling adu serempetan antara bodi mobil pelaku pencuri dan team Macan Satreskrim Polres Kutim.
Laju kendaran tiga rekanan pencuri tersebut akhirnya terhenti tak jauh dari jembatan Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan kemudian setelah mobilnya berhenti tiga penjahat pencuri langsung turun dari mobil dan masuk ke kebun-kebun milik warga.
Saat tengah memasuki perkebunan milik warga salah satu kawanan dari 3 tsk AM, NM, NH yaitu tsk NM saat didalam rerimbunan perkebunan bersembunyi disalah satu semak belukar yang didapati aliran bantaran sungai. Ia bersembunyi dengan menceburkan diri ke dalam air dengan setengah badan sambil merayap diantara rerimbunan rerumputan liar (semak).
Tersipu malu tsk NM setelah mendapatkan ciuman buaya hingga meninggalkan tanda luka sobek pipi bagian kiri saat digiring personil Satreskrim Team Macan Polres Kutim.
Saat tengah asyik bermain petak umpet dengan jajaran Team Macan Polres Kutim untuk menghindari dari penangkapan anggota Polisi berpakaian preman. Ada sedikit hal yang mengundang sedikit tawa dan menggelitik dan menjadi perhatian para personil kepolisian bersama awak media saat menghadiri konferensi pers yang diungkapkan langsung oleh Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko S.H., S.I.K., M.Si didampingi Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Abdul Rauf.
Berdasarkan penuturan tsk NM ketika diwawancarai, diketahui saat bersembunyi di tengah rasa was-was menggelayut dibenaknya, tanpa disadari tepat dibagian sebelah kepala kiri tsk setengah masuk dalam rahang buaya dengan gigi yang penuh taring.
“Awalnya ketika saya merasakan ada benda asing disebelah kepala kiri yang menyentuh dan terasa seperti bergerigi sedikit tajam, perasaan saya adalah todongan moncong ujung senjata polisi. Disitu saya tidak berani kabur lagi. Saat itu saya sempat berkata ampun pak saya menyerah?,” celoteh tsk NM.
Namun tsk NM sedikit curiga setelah ia mengatakan ampun dan minta tolong ternyata bukan anggota polisi yang menodongkan ujung senjata dibagian kepala sebelah kiri
”Saya menengok ternyata posisi saya terjepit dengan kepala sudah masuk didalam mulut buaya yang menganga dan siap mencengkram,” bebernya.
Saat menoleh itulah langsung buaya spontan langsung menancapkan taring giginya ke bagian pipi sebelah kiri. “Saat mengetahui separuh nyawa saya di mulut buaya, kemudian saya berupaya melawan dan sempat dihempas serta bergelut “berputar-putar” didalam permukaan air Dengan sekuat tenaga saya berusaha melepaskan diri dari pelukan buaya tadi yang sempat mencabik pipi hingga menyebabkan luka robek menganga dan dalam,” ungkap tsk NM.
Akhirnya NM berhasil lolos dari maut, dari balik rongga langit-langit mulut buaya. Kemudian dengan darah segar yang membasahi pipi tsk NM dirinya merasa kehausan yang teramat berat setelah kehabisan super energi melawan buaya tadi. Tsk naik kedaratan dan meminta minum kepada warga.
Saat tengah meminta air kepada warga untuk minum bersamaan dengan itupula keberadaannya langsung dipergoki anggota Tim Macan Polres hingga dengan mudah dan cepat petugas kepolisian menangkapnya. (iya)


