Tulis & Tekan Enter
images

Kepala KSOP Balikpapan dan Kapolresta Balikpapan bersama jajaran otoritas pelabuhan serta kepolisian usai melakukan evaluasi terhadap prosedur operasional kapal menyusul dua insiden yang terjadi di Pelabuhan Semayang. (Ist)

Buntut Insiden KM Dharma Kartika IX dan Madani Nusantara, Keluar Masuk Muatan dan Penumpang Diperketat

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Otoritas pelabuhan dan kepolisian mulai memperketat prosedur operasional operator kapal menyusul dua tragedi fatal yang merenggut nyawa di Pelabuhan Semayang.

Fokus utamanya kini mengarah pada sistem embarkasi dan debarkasi muatan roro yang dinilai memerlukan perbaikan mendalam demi menekan angka kecelakaan kerja.

Kepala KSOP Balikpapan, Capt. Weku Frederik Karuntu, mengungkapkan adanya sejumlah masukan krusial terkait kondisi teknis di lapangan terhadap para operator kapal. 

Masukan tersebut mencakup penanganan muatan dan proses keluar-masuk kendaraan pada kapal-kapal roro yang menjadi titik rawan kecelakaan.

Sebagai regulator, KSOP kini memperketat pengawasan terhadap operator kapal untuk memastikan standar keselamatan tidak sekadar menjadi formalitas.

"Kami akan melakukan perbaikan-perbaikan untuk menegakkan aturan," tegas Capt. Weku Frederik Karuntu, Jumat (30/1/2026). 

Ia menekankan bahwa pihaknya berupaya mengeliminasi potensi bahaya agar insiden mematikan dalam beberapa hari terakhir tidak terulang kembali.

Meski evaluasi besar-besaran tengah berlangsung, operasional pelayanan penumpang dipastikan tidak berhenti. 

Otoritas memilih tetap mengakomodasi kegiatan masyarakat setelah melalui pemeriksaan ketat.

Langkah ini diambil untuk menghindari efek samping berupa hambatan logistik dan mobilitas warga di Balikpapan, meski tekanan terhadap peningkatan standar keamanan kini berada di titik tertinggi.

Sejalan dengan evaluasi teknis, proses hukum terkait hilangnya empat nyawa dalam dua insiden tersebut kini ditangani pihak kepolisian.

Polresta Balikpapan tengah menyisir fakta-fakta di lapangan untuk menentukan penyebab pasti dari rentetan kejadian tersebut.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Kumontoy, menyatakan bahwa kepolisian mendukung penuh pengetatan ini sambil menjalankan fungsi penyelidikan. 

Pihaknya menjamin bahwa transparansi hasil pemeriksaan akan menjadi prioritas demi memberikan keadilan bagi para korban.

"Kami masih dalam proses penyelidikan, nanti hasilnya akan kami sampaikan kepada rekan-rekan media," ujar Kombes Jerrold. 

Sebagai pengingat, pada akhir Januari 2026, dua insiden fatal terjadi secara beruntun di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. 

Insiden pertama menimpa KM Dharma Kartika IX pada Selasa (27/1/2026) ketika kapal tersebut mengalami kemiringan mendadak saat sedang bersandar.

Peristiwa ini mengakibatkan muatan truk bermuatan berat bergeser dan menimpa kendaraan pribadi di dek kapal, lalu menyebabkan tiga orang penumpang meninggal dunia akibat terjepit serta beberapa lainnya luka-luka.

Belum sempat suasana duka mereda, kecelakaan kerja kembali terjadi pada Rabu malam (28/1/2026) di atas KM Madani Nusantara. 

Dalam kejadian ini, seorang anak buah kapal (ABK) bernama Dony Wiranata dilaporkan tewas setelah terhimpit excavator di area pintu ramdoor saat proses pemuatan. (zyn)



Tinggalkan Komentar

//