Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Upaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif terus diperkuat Pemerintah Kota Balikpapan. Salah satunya melalui langkah Dinas Sosial Kota Balikpapan yang kembali membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pengalaman kerja melalui program magang.
Program tersebut diwujudkan dengan menerima seorang peserta magang penyandang disabilitas dari LPK Al Jabar, Eva Salena, yang akan menjalani magang sebagai tenaga administrasi selama satu bulan di lingkungan Dinsos Kota Balikpapan.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah, mengatakan program magang ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses pendidikan, pelatihan, dan kesempatan kerja demi meningkatkan kemandirian mereka.
“Kami ingin membangun lingkungan yang inklusif dan terbuka bagi semua. Penyandang disabilitas juga memiliki kemampuan dan potensi yang bisa dikembangkan apabila diberikan kesempatan,” ujar Arfiansyah, Rabu (6/5/2026).
Dalam penyambutan tersebut, Arfiansyah didampingi Sekretaris Dinsos, Hasanuddin. Suasana hangat terlihat ketika jajaran pegawai memberikan dukungan moral dan motivasi kepada Eva sebelum mulai menjalani aktivitas kerja.
Eva diketahui merupakan warga Batakan, Balikpapan Timur. Kehadiran ibunya yang turut mendampingi menjadi momen penuh haru dalam kegiatan tersebut.
Sang ibu mengaku bangga dan bersyukur anaknya mendapat kesempatan belajar sekaligus bekerja di lingkungan pemerintahan.
“Kami sangat bersyukur dan senang. Ini kesempatan berharga bagi anak kami untuk berkembang dan lebih mandiri,” tuturnya.
Arfiansyah menegaskan bahwa program magang bukan sekadar memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menjadi sarana membangun rasa percaya diri bagi penyandang disabilitas agar lebih siap menghadapi dunia kerja.
Ia berharap peserta magang dapat belajar mengenai administrasi perkantoran, komunikasi kerja, hingga disiplin dalam menjalankan tugas sehari-hari.Selain itu, program tersebut juga diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap kemampuan penyandang disabilitas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Dengan dukungan yang tepat, mereka mampu memberikan kontribusi positif di lingkungan kerja,” katanya.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menciptakan ruang kerja yang inklusif. Dukungan dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga masyarakat luas juga sangat dibutuhkan agar penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.
Karena itu, Dinsos Balikpapan berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi instansi lain maupun sektor swasta untuk lebih terbuka dalam menerima tenaga kerja disabilitas.
Program magang tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan sosial yang terus dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan agar penyandang disabilitas dapat lebih mandiri, produktif, dan aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah. (ref)

.jpg)
