Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Kawasan pesisir di Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, masih dihadapkan pada persoalan klasik berupa pembuangan sampah rumah tangga ke area mangrove. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
Sekretaris Lurah Margo Mulyo, Hendra Agestha Hamid, mengungkapkan bahwa praktik pembuangan limbah domestik ke kawasan mangrove masih ditemukan, terutama di permukiman yang berada di tepi pantai.
“Masih ada rumah yang saluran pembuangannya langsung ke kawasan mangrove. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama karena sulit diubah tanpa kesadaran masyarakat,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Limbah yang dibuang tidak hanya berupa sampah plastik, tetapi juga sisa makanan hingga air cucian rumah tangga. Akumulasi limbah ini mengganggu fungsi alami mangrove sebagai pelindung pesisir dari abrasi dan banjir.
Padahal, ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk sebagai habitat biota laut dan penahan gelombang.
“Fungsi mangrove itu besar sekali. Bukan hanya menahan abrasi, tapi juga menjaga ekosistem pesisir. Jadi harus dijaga, bukan dijadikan tempat sampah,” tegas Hendra.
Upaya sosialisasi sebenarnya telah dilakukan secara rutin melalui RT dan forum warga. Namun, perubahan perilaku dinilai tidak bisa terjadi dalam waktu singkat, terutama jika tidak didukung fasilitas pengelolaan limbah yang memadai.
Sejumlah warga bahkan mengaku belum memiliki akses terhadap sistem pembuangan limbah yang layak, sehingga masih mengandalkan cara-cara konvensional yang berdampak pada lingkungan.
Kelurahan Margo Mulyo berharap adanya dukungan lebih lanjut dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan serta instansi teknis lainnya untuk menghadirkan solusi konkret, baik dari sisi infrastruktur maupun pengawasan.
Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan ini, mengingat penanganan sampah di wilayah pesisir membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Dengan penguatan edukasi, penyediaan fasilitas, serta pengawasan yang konsisten, pemerintah kelurahan optimistis kesadaran masyarakat akan terus meningkat dan kawasan mangrove dapat kembali terjaga sebagai benteng alami pesisir Balikpapan.(ref)


.jpg)