Tulis & Tekan Enter
images

FOTO: Ketua DPD I APPMBGI Kaltim Adam Dustin Bhakti (kiri) bersama Wakil Walikota Balikpapan Bagus Susetyo di salah satu SPPG di Balikpapan. (Ist/Adam Dustin)

Menu MBG di Balikpapan Beralih ke Makanan Kering Selama Ramadan, Ompreng Diganti Tote Bag

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur menyesuaikan jenis menu dan kemasan distribusi selama bulan Ramadan.

Mulai Senin (23/2/2026) ini, dapur-dapur MBG beralih dari menu reguler ke menu makanan kering yang bisa dibawa pulang siswa untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Ketua DPD I Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Indonesia (APPMBGI) Kalimantan Timur, Adam Dustin Bhakti, menjelaskan bahwa penyesuaian dilakukan berdasarkan dua fokus utama sasaran penerima manfaat selama Ramadan. 

Pertama, kelompok 3B yakni ibu menyusui, ibu hamil, dan balita yang distribusinya diarahkan ke posyandu-posyandu. Kedua, anak-anak sekolah yang mulai menerima menu baru sejak Senin besok.

"Ada beberapa konversi atau penyesuaian menu. Jadi menu-menunya itu menu-menu kering," ujar Adam di Balikpapan, Minggu (22/2/2026). 

Dia mencontohkan, beberapa menu kering yang disiapkan untuk anak sekolah meliputi bubur kacang hijau, telur puyuh rebus, susu UHT, buah kurma, roti, kacang, dan buah kelengkeng.

Pemilihan menu ini bukan tanpa alasan. Adam menegaskan bahwa seluruh makanan yang didistribusikan dirancang agar tidak mudah basi dalam beberapa jam ke depan. 

"Menu-menunya itu untuk dibawa pulang untuk makan berbuka. Jadi bukan menu-menu yang sekiranya dalam beberapa jam akan basi," tegas pria yang juga menjabat Ketua BPC HIPMI Balikpapan itu. 

Perubahan signifikan lainnya adalah penggantian wadah distribusi. Selama Ramadan, ompreng yang biasa digunakan tidak lagi dipakai. Sebagai gantinya, makanan disimpan dalam kemasan yang memudahkan siswa membawanya pulang.

"Selama Ramadan ini tidak pakai ompreng. Setelah Idul Fitri, baru kita balik lagi ke ompreng," lanjut Adam. 

Meski menu berubah, jadwal distribusi di sekolah tetap mengikuti jam belajar seperti biasa. Teknis pembagian makanan sepenuhnya diatur oleh pihak sekolah masing-masing.

Sementara itu, untuk kelompok 3B yang distribusinya melalui posyandu, menu yang disiapkan berfokus pada kandungan protein tinggi.

Jenis makanan yang didistribusikan antara lain telur, abon ikan atau ayam, biskuit tinggi protein, susu, buah, dan buah kurma. Distribusi dilakukan pada pagi hari dengan mekanisme koordinasi langsung bersama posyandu setempat.

"Nanti kita tinggal koordinasi dengan posyandu-posyandunya saja. Karena satu posyandu itu kan membawahi beberapa RT," jelas Adam.

Terkait durasi pelaksanaan selama Ramadan, Adam menyebutkan bahwa distribusi untuk anak sekolah hanya berlangsung sekitar dua minggu, yakni pada pertengahan bulan.

Hal ini disebabkan adanya libur sekolah sebelum dan menjelang Idul Fitri. Lamanya libur tersebut mengikuti kebijakan pemerintah.

"Kita menyesuaikan libur anak sekolah yang dikeluarkan oleh pemerintah. Jadi kita mengikuti jadwal pemerintah saja," katanya.

Berbeda dengan distribusi untuk anak sekolah, program untuk kelompok 3B di posyandu tetap berjalan sepanjang bulan Ramadan tanpa terganggu jadwal libur sekolah.

Meski ada perubahan menu dan kemasan, Adam memastikan operasional dapur-dapur MBG tidak mengalami kendala berarti. 

"Alhamdulillah, kalau untuk dapur masih berjalan dengan lancar. Karena penyesuaiannya juga hanya berdasarkan perubahan menu, bukan jadwal distribusi. Jadi yidak terlalu signifikan," ungkap Adam.

Ia juga menekankan bahwa hubungan baik antara pengelola dapur dengan pihak sekolah dan posyandu menjadi kunci kelancaran distribusi selama Ramadan.

Soal waktu distribusi, pengelola dapur sepenuhnya mengikuti kesiapan pihak sekolah maupun posyandu.

"Kita dari pihak pengelola dapur lebih mengikuti pihak sekolah ataupun pihak posyandu. Mereka tersedia dan ingin didistribusi jam berapa," pungkasnya. (zyn)  



Tinggalkan Komentar

//