Tulis & Tekan Enter
images

FOTO: Kolase peta sesar aktif di Kalimantan Timur berdasarkan data PuSGeN 2024. (Ist/gempa.dunia)

Beda Peta PuSGeN vs Pantauan BMKG Balikpapan, Belasan Patahan di Kalimantan Masih Diragukan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Peta Sumber dan Bahaya Indonesia 2024 yang diterbitkan Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) resmi mencatat 10 sesar aktif di Kalimantan. Peta ini belakangan beredar luas di media sosial.

Secara nasional, jumlah segmen sesar aktif bertambah signifikan dari 273 segmen pada 2017 menjadi 401 segmen di 2024. Kalimantan turut menyumbang penambahan itu, dari mulanya 3 menjadi 10 sesar aktif.

Namun Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, mengingatkan agar data itu tidak langsung ditafsirkan sebagai ancaman yang sudah terverifikasi.

“Peningkatan jumlah sesar aktif secara nasional memang meningkat, tetapi untuk Kalimantan belum ter-update dengan baik,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Masalahnya: peta dan rekaman gempa tidak selalu sinkron. BMKG Balikpapan menemukan sejumlah segmen sesar yang tergambar di peta PuSGeN tidak memiliki riwayat gempa yang terekam instrumen monitoring mereka.

“Kami masih mempertanyakan dasar penarikan patahan tersebut, apakah dari data geologi atau data InSAR. Ada beberapa yang sejarahnya tidak terekam kejadian gempa, tetapi di gambar ada sesar,” jelas Rasmid.

Interpretasi di level lokal, menurutnya, masih membutuhkan penguatan data monitoring instrumental.

Dirangkum media ini, berikut segmen sesar yang tercantum dalam peta PuSGeN 2024. Di mana angka magnitudo adalah estimasi potensi maksimum, bukan prediksi waktu terjadinya gempa.

- Kalimantan Utara dan sekitarnya: Kayan (M 6,8–7,1, geser ±0,1 mm/tahun), Tarakan North (M 7,4, geser ±1 mm/tahun), Tarakan South (M 6,5, geser ±0,3 mm/tahun), Tanjung Selor (M 7,1, naik ±1 mm/tahun).

- Kalimantan Timur: Mangkalihat North (M 7,1, naik ±0,5 mm/tahun), Mangkalihat South (M 7,0, geser ±0,5 mm/tahun), Maratua (M 7,5, geser ±1 mm/tahun), Sangkulirang (M 7,5, geser ±0,5 mm/tahun), Tanimbaya North (M 7,4, geser ±40 mm/tahun), Tanimbaya South (M 7,3, geser ±40 mm/tahun), Loa Haur–Sepinggan (M 7,4, naik ±1 mm/tahun), Meratus (M 7,1, naik ±0,2 mm/tahun). (zyn)



Tinggalkan Komentar

//