Tulis & Tekan Enter
images

Lurah Baru Ulu, Abas

WFH Tak Ganggu Pelayanan, Kelurahan Baru Ulu Tetap Berjalan Normal

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Penerapan kebijakan work from home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan dipastikan tidak berdampak pada pelayanan publik di Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat

Seluruh layanan kepada masyarakat tetap berjalan normal tanpa adanya perubahan berarti, baik untuk layanan tatap muka maupun berbasis daring.

Lurah Baru Ulu Abas menegaskan, bahwa kebijakan WFH tidak diberlakukan di tingkat kelurahan. Oleh karena itu, aktivitas pelayanan kepada warga tetap berjalan seperti hari biasa, dengan petugas yang tetap hadir di kantor untuk melayani berbagai kebutuhan administrasi masyarakat.

“Di Kelurahan Baru ulu, WFH tidak berlaku. Jadi pelayanan, baik administrasi kependudukan secara online maupun langsung di kantor, tetap berjalan normal,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, jam operasional kantor juga tidak mengalami perubahan, yakni tetap dimulai pukul 07.30 hingga 12.00 WITA di hari Jumat. Seluruh loket pelayanan dibuka sesuai jadwal, dan petugas siap melayani warga yang datang untuk mengurus berbagai keperluan, seperti pembuatan dokumen kependudukan, surat keterangan, hingga layanan administrasi lainnya.

Meski pelayanan tetap berjalan normal, terdapat sedikit penurunan jumlah pemohon pada hari pertama penerapan kebijakan WFH tersebut. Tercatat sekitar 20 warga mengakses layanan di kantor kelurahan, lebih rendah dibandingkan rata-rata harian yang biasanya mencapai sekitar 40 pemohon.

Menurut Abas, penurunan jumlah pemohon tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh penyesuaian aktivitas masyarakat terhadap kebijakan baru di tingkat pemkot. Sebagian warga mungkin memilih menunda kunjungan atau memanfaatkan layanan secara daring.

“Biasanya sekitar 40 pemohon per hari, hari ini sekitar 20. Mungkin masyarakat masih menyesuaikan dengan kebijakan yang ada,” jelasnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa kondisi tersebut tidak memengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan oleh aparatur kelurahan. Seluruh petugas tetap bekerja secara optimal untuk memastikan setiap kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Selain pelayanan langsung, Kelurahan Baru Ulu juga terus mengoptimalkan layanan berbasis digital. Warga dapat memanfaatkan berbagai layanan online untuk mengurus administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor, sehingga lebih efisien dan praktis.

“Pelayanan online tetap kami jalankan. Ini juga menjadi alternatif bagi masyarakat agar lebih mudah mengurus dokumen tanpa harus antre,” tambahnya.

Abas menegaskan, pihaknya akan terus menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang maksimal, meskipun terdapat kebijakan penyesuaian pola kerja di tingkat pemerintah kota. Ia memastikan bahwa kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi.

“Tidak perlu khawatir, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan yang optimal dan efektif kepada masyarakat,” tegasnya.

Dengan tetap stabilnya pelayanan di tingkat kelurahan, diharapkan masyarakat tidak mengalami kendala dalam mengakses berbagai layanan administrasi, meskipun kebijakan WFH mulai diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan. (ref)



Tinggalkan Komentar

//