Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan menerima kunjungan Ketua Umum Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD), Sruning Burhanuddin, di Rumah Cagar Budaya Dahor, Balikpapan. Kunjungan tersebut turut didampingi Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., serta dihadiri Sekretaris Umum IAD Yanti Ade Adhyaksa, Ketua IAD Wilayah Kalimantan Timur Fatma Haedar, Ketua IAD Daerah Balikpapan Dian Andri Irawan, dan jajaran Ibu-Ibu Adhyaksa Dharmakarini Kalimantan Timur.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menjaga serta melestarikan warisan sejarah dan budaya Kota Balikpapan. Rumah Cagar Budaya Dahor merupakan salah satu situs bersejarah yang merekam perjalanan awal perkembangan Kota Balikpapan, termasuk peran kilang minyak yang menjadi tonggak penting sejarah industri energi nasional.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengapresiasi komitmen PT KPI Unit Balikpapan dalam menjaga dan mengelola Rumah Cagar Budaya Dahor sebagai bagian dari identitas sejarah kota.
“Rumah Cagar Budaya Dahor merupakan wujud pelestarian heritage dan kearifan lokal Kota Balikpapan. Di dalamnya terdapat dokumentasi sejarah awal mula kota ini, termasuk foto-foto yang menggambarkan dimulainya operasional Kilang Balikpapan,” ujar Bagus.
Ia menambahkan, keberadaan rumah cagar budaya tersebut memiliki peran strategis sebagai sarana edukasi publik. Khususnya bagi generasi muda, agar lebih mengenal dan memahami sejarah kotanya.
“Harapannya, rumah cagar budaya ini dapat menjadi sumber informasi dan pembelajaran sejarah bagi masyarakat. Ke depan, upaya pelestarian seperti ini diharapkan terus berlanjut dan dapat dilengkapi dengan titik-titik informasi sejarah lainnya di Kota Balikpapan,” tambahnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan Rumah Cagar Budaya Dahor sebagai ruang edukasi sejarah yang terbuka bagi masyarakat.
“Kunjungan ini merupakan kehormatan bagi kami sekaligus dorongan untuk terus merawat dan mengembangkan Rumah Cagar Budaya Dahor. PT KPI RU V Balikpapan berkomitmen tidak hanya menjalankan operasional kilang secara berkelanjutan, tetapi juga turut berkontribusi dalam melestarikan warisan sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari identitas Kota Balikpapan,” ungkap Dodi.
Melalui pengelolaan Rumah Cagar Budaya Dahor, PT KPI Unit Balikpapan berharap dapat terus menghadirkan ruang pembelajaran sejarah yang inklusif. Selain itu juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga dan merawat warisan budaya lokal agar tetap lestari bagi generasi mendatang. (*)


