KaltimKita.com, HAINAN—Universitas Balikpapan (Uniba) melakukan studi banding ke Hainan University di Provinsi Hainan, Tiongkok, pada 16–19 April 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi.
Rombongan Uniba dipimpin Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi (Yapenti) Dharma Wirawan Kalimantan Timur, Dr. H. Rendi Susiswo Ismail, SE., SH., MH., didampingi Rektor Uniba Dr. Ir. Isradi Zainal, serta jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor II Dr. Indrayani, M.Pd., Dr. Andi Surraya Mappangile, SKM., M.Kes., dan Wakil Dekan Fakultas Kedokteran dr. Septi Novita Sari.
Dr. Rendi Susiswo Ismail mengungkapkan, Hainan memiliki kebijakan perdagangan bebas pajak untuk berbagai produk, termasuk barang bermerek. Kondisi tersebut membuat harga relatif lebih murah dibandingkan di Indonesia dan menjadi daya tarik tersendiri, serupa dengan konsep kawasan bebas di Batam.
Sementara itu, Rektor Uniba Dr. Isradi Zainal menyoroti meningkatnya jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Tiongkok, salah satunya di Kota Nanjing. Saat ini, sekitar 200 mahasiswa Indonesia tercatat belajar di berbagai perguruan tinggi di kota tersebut.
Menurutnya, para mahasiswa tersebut berasal dari berbagai daerah, termasuk Tarakan. Sebagian di antaranya memperoleh beasiswa melalui kerja sama antara Pemerintah Kota Tarakan dan institusi pendidikan di Nanjing. Program ini dinilai menjadi contoh sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi luar negeri dalam membuka akses pendidikan internasional.
“Keberadaan mahasiswa Indonesia di Tiongkok tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik, tetapi juga memperkuat hubungan antarnegara melalui pertukaran budaya dan pengalaman global. Lingkungan pendidikan yang modern dan terbuka menjadi daya tarik bagi mahasiswa internasional,” ujar Isradi.
Kunjungan ke Hainan juga menunjukkan pesatnya kemajuan Tiongkok, baik dari sisi infrastruktur, pariwisata, maupun pendidikan tinggi. Hal ini dinilai membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara perguruan tinggi di Indonesia dan Tiongkok.
Ke depan, Uniba mendorong penguatan kolaborasi dalam bentuk pertukaran mahasiswa dan dosen, serta penelitian bersama guna mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.
Dr. Rendi menambahkan, perkembangan pesat di Hainan, khususnya di Kota Haikou dan Hainan University, membuka peluang besar bagi perguruan tinggi Indonesia untuk menjalin kemitraan strategis. Kerja sama tersebut dapat difokuskan pada riset kolaboratif serta program pertukaran akademik.
Ia juga mengakui kunjungan ini mengubah pandangannya terhadap Tiongkok. “Gambaran lama tentang negeri yang tertutup kini sirna. Hainan menunjukkan transformasi yang sangat maju,” ujarnya.
Rendi berharap, kunjungan ini menjadi langkah awal untuk menjajaki kerja sama yang lebih konkret antara Uniba dan Hainan University di masa mendatang. (and)


