Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Balikpapan resmi merombak susunan kepengurusan guna memperkuat struktur partai pasca konfersi daerah dan cabang.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya evaluasi total setelah perolehan kursi partai mengalami penurunan signifikan pada Pemilu 2024.
Ketua DPC PDIP Balikpapan, Eddy Sunardi Darmawan, menyatakan bahwa perubahan struktur di internal partai merupakan hal lumrah yang bertujuan untuk penyegaran organisasi.
Saat ini, pihaknya telah merampungkan susunan 19 pengurus baru yang mencakup posisi ketua, sekretaris, bendahara, wakil ketua, dan seterusnya.
"Pergantian susunan kepengurusan itu hal lumrah, pertimbangannya ada di DPP. Di internal partai, itu biasa," ujar politikus yang akrab disapa Eddy Tarmo itu, Rabu (21/1/2026).
Dalam perombakan kali ini, posisi sekretaris dan bendahara hanya mengalami pertukaran posisi.
Najib yang sebelumnya menjabat sebagai bendahara kini mengisi posisi sekretaris. Sebaliknya, Suwanto yang sebelumnya sekretaris kini menjabat sebagai bendahara.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Balikpapan sebelumnya, Budiono diamanahkan menjadi salah satu Wakil Ketua DPD PDIP Kalimantan Timur.
Eddy menjelaskan bahwa seluruh berkas kepengurusan saat ini sedang berada di tingkat pusat untuk proses legalitas.
"Hampir 500 DPC dan 38 DPD juga menunggu tanda tangan Ketua Umum," tambahnya.
Ia memperkirakan proses pengesahan dari DPP dapat rampung dalam pekan ini agar pengurus baru bisa segera melakukan koordinasi eksternal dengan Pemerintah Kota, DPRD, KPU, dan Bawaslu.
Adapun restrukturisasi ini membawa misi berat dari DPP, yakni mendongkrak perolehan kursi legislatif.
PDIP Balikpapan mencatat sejarah penurunan dari delapan kursi pada 2019 menjadi hanya empat kursi pada 2024.
Untuk periode mendatang, partai berlambang banteng ini mematok target kembali ke angka tujuh kursi.
Eddy mengakui bahwa meraih simpati masyarakat kembali bukanlah perkara mudah.
Sebab itu ia menekankan agar seluruh kader, mulai dari tingkat DPC, PAC, hingga ranting, untuk segera meninggalkan zona nyaman dan berhenti bersikap lengah.
Menurutnya, evaluasi kali ini menuntut komitmen kader untuk bekerja langsung di lapangan.
Meskipun partai tidak selalu bisa memberikan bantuan instan, Eddy berkomitmen bahwa pengurus wajib mencarikan solusi dan mendengarkan suara rakyat secara langsung sebagai dasar pergerakan partai ke depan.
"Kami harus turun ke bawah. Pengurus DPC, PAC, hingga ranting harus aktif menyapa rakyat, mendengarkan keluhan masyarakat," tegas Eddy. (zyn)


