Tulis & Tekan Enter
images

Owner Supplier Kelapa Muda Balikpapan, Herlina saat menceritakan masa-masa sedihnya dalam popcast youtube Smart FM, sebelumnya akhirnya ia kini merajai Supplier kelapa di Balikpapan

Dari Pahitnya Penipuan hingga Manisnya Kesuksesan, Kisah Perjuangan Supplier Kelapa Muda Balikpapan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Tak ada kesuksesan yang datang tanpa perjuangan. Bagi Herlina dan sang suami, Rial, setiap butir kelapa muda yang kini mereka pasok ke berbagai kafe dan hotel di Balikpapan adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, dan pengalaman pahit yang membentuk keteguhan mereka.

Pasangan suami istri ini mengelola usaha Supplier Kelapa Muda Balikpapan, sebuah bisnis yang berawal dari modal kecil Rp5 juta pada 2015, hingga kini mampu beromzet ratusan juta rupiah. Namun, perjalanan menuju titik itu bukan tanpa luka. Herlina mengaku, di balik kesuksesan yang terlihat hari ini, mereka sempat berkali-kali ditipu, baik oleh pemasok maupun pelanggan.

“Waktu itu kami baru mulai, masih butuh banyak kelapa, lalu ada yang nawarin kirim dari kebun lain. Katanya kirim dulu uangnya, nanti kelapa dikirim. Eh, uang sudah dikirim, barangnya nggak datang,” kenang Herlina dengan nada sedih, Senin (27/10/2025).

Tak hanya itu, penipuan juga datang dari pelanggan yang tak menepati janji pembayaran. Mereka sering kali meminta kelapa dikirim lebih dulu, dengan alasan akan segera melunasi setelah laku terjual. Namun, janji tinggal janji. “Kalau dikalikan, mungkin sudah bisa beli satu motor dari total kerugian kami karena ditipu,” ujarnya sambil bernada lirih.

Namun bagi Herlina, pengalaman pahit itulah yang justru menempa mental dan menambah ketajaman insting bisnisnya. Kini ia lebih berhati-hati dalam memilih rekan usaha. “Sekarang sistemnya jelas, ada barang, ada uang. Nggak bisa lagi pakai janji-janji. Semua harus transparan,” tegasnya.

Berkat ketekunan dan kerja keras itu, usaha mereka kini berkembang pesat. Herlina telah memiliki dua armada pengangkut, satu sopir dan tiga pekerja tetap. Pelanggannya pun meluas, mulai dari pedagang lokal hingga pengusaha kuliner besar di Balikpapan.

“Dulu kami cuma berjualan kecil-kecilan, antar ke pelanggan satu-satu. Sekarang alhamdulillah, sudah rutin kirim ke hotel, restoran, dan kafe. Bahkan beberapa di antaranya di kawasan pantai,” ujar Herlina bangga.

Meski telah sukses, Herlina tak pernah berhenti belajar. Ia percaya, dunia usaha selalu berubah, dan pengusaha sejati harus terus beradaptasi. 

“Saya selalu bilang ke diri sendiri, jangan cepat puas. Kita harus terus belajar, lihat pasar, lihat peluang. Karena kalau berhenti belajar, ya berhenti berkembang,” pungkasnya.

Kini, dari halaman rumahnya di Karang Jati, Herlina membuktikan bahwa kerja keras dan kejujuran masih menjadi resep utama untuk bertahan di dunia usaha yang penuh tantangan. 

Dari pengalaman ditipu, ia belajar untuk lebih kuat. Dari kerugian, ia belajar untuk lebih bijak. Dan dari setiap kelapa muda yang dijualnya, ia terus memetik pelajaran tentang arti ketekunan dan kesabaran. (lex)


TAG DKUMKMP

Tinggalkan Komentar

//