Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berjalan.
Pada Kamis (4/3/2021), giliran para tokoh agama yang disuntik vaksin. Tidak terkecuali dari agama Katolik di Kota Balikpapan yang mengikuti penyuntikan di RS Restu Ibu Balikpapan.
Namun dalam pelaksanaannya, mereka merasa jika pembagian dosis vaksin dari pemerintah tidak adil. Sebab, mereka hanya kebagian jatah 19 dosis saja.
Padahal kuota yang disediakan bagi tokoh agama didalam Forum Kerukunan Umat Beragma (FKUB) Kota Balikpapan sebanyak 900 dosis.
"Dari data Kemenag yang kami dapat itu ada 900 orang yang divaksin. Kami dari Katolik mendapatkan kurang lebih hanya dua persen saja dari 900 itu," kata Ketua Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Santa Theresia Prapatan Balikpapan, Suli Roseno.
Mewakili pengurus WKRI cabang Kota Balikpapan, Suli berharap dan memohon kepada Pemerintah Kota (Pemkot) agar dapat berlaku adil dalam memberikan kuota vaksin Covid-19 ini.
"Kami mohon dengan sangat kepada Pemerintah baik pusat atau pun daerah, sedapat mungkin kita mendapat lebih. Maksud saya paling tidak sama atau adil, dari 900 itu jangan hanya kurang lebih dua persen saja, kalau bisa lebih," harapnya.
Meski hanya mendapat jatah 19 dosis, ia tetap mengucapkan terimakasih banyak kepada Pemerintah Kota Balikpapan yang telah memberikan vaksin kepada Pastor serta biarawan dan biarawati yang ada di Balikpapan.
"Terimakasih kepada pemerintah, hari ini ada 19 orang dari kami yang divaksin. Itu dari sekitar 200 lebih orang yang memberikan pelayanan ke masyarakat," akunya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi meminta agar masyarakat tidak usah kecewa dan bersabar. Karena jumlah vaksin Sinovac terbatas dan vaksinasi dilakukan bertahap.
"Tidak usah kecewa. Sebentar lagi vaksinnya datang. Jangan kecewa, nanti malah sakit," ungkap Rizal.
Masyarakat yang ditargetkan mendapat vaksin sebanyak 540 ribu jiwa dengan rentang usia antara 18 sampai 59 tahun. Sementara vaksin yang datang pada tahap ke dua berjumlah 9.000 dosis.
"Semua mau duluan. Itu kan baik karena ingin mencegah. Tapi ya sabar," tuturnya.
Rizal mengaku tak gampang untuk membagi tahapan vaksinasi. Mengingat jumlah vaksin yang tiba dan digunakan cukup terbatas.
"Coba bayangkan, guru cuma dapat 750 orang sementara jumlahnya 6.000 orang. TNI itu jumlahnya hampir 3.000 orang dan yang dapat cuma 500 orang," sebutnya.
Dirinya pun telah mendapat informasi mengenai kedatangan 10 juta vaksin di Jakarta. Hanya saja belum diketahui jatah vaksin untuk Balikpapan pada tahap ke tiga.
"Tunggu saja, sebentar lagi vaksin pasti datang. Nggak usah marah, nanti kena Covid-19," pungkasnya. (an)


