Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Polda Kaltim memulai Operasi Keselamatan Mahakam 2026 guna menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan.
Langkah ini diambil sebagai persiapan pengamanan lalu lintas (Lalin) yang krusial menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Wakapolda Kaltim, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, menjelaskan bahwa operasi skala besar ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026.
Sebanyak 1.038 personel gabungan diterjunkan ke titik-titik rawan untuk memantau pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Dalam pelaksanaannya, operasi ini melibatkan 101 personel dari tingkat Polda dan 933 personel dari jajaran Polres di seluruh wilayah Kaltim.
Penempatan ribuan petugas ini terbagi ke dalam beberapa satuan tugas, yakni Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Gakkum, dan Satgas Banops.
Operasi Keselamatan Mahakam 2026 bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
Brigjen Adrianto menegaskan bahwa petugas di lapangan akan memprioritaskan tindakan persuasif.
"Kami memastikan kesiapan seluruh personel dan kelengkapan pendukung agar pelaksanaan operasi dapat berjalan secara optimal dan efektif sesuai dengan tujuan, sasaran, serta target yang telah ditetapkan," ujar Adrianto.
Adapun kepolisian telah memetakan sejumlah sasaran pelanggaran yang dinilai berpotensi tinggi memicu kecelakaan fatal di jalan raya.
Fokus penindakan meliputi penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, serta pengemudi yang tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman.
Selain itu, petugas juga akan menindak tegas pengendara yang berkendara dalam pengaruh alkohol, melawan arus, serta melebihi batas kecepatan yang ditentukan.
Tidak hanya menyasar kendaraan pribadi, pengawasan ketat juga diberlakukan pada sektor transportasi publik.
"Kami menekankan agar pengawasan terhadap kendaraan umum ditingkatkan melalui pelaksanaan ramp check di lokasi-lokasi strategis seperti terminal dan pool bus," tegasnya.
Wakapolda juga menginstruksikan seluruh personel agar mengedepankan sisi humanis dalam setiap interaksi dengan masyarakat.
Dia berkomitmen bahwa tolok ukur keberhasilan operasi ini bukan pada jumlah tilang, melainkan pada dampak positif yang dirasakan langsung oleh publik di jalan raya.
"Petugas di lapangan diminta menghindari tindakan kontraproduktif dan tetap menjaga keselamatan diri maupun masyarakat," tutup Brigjen Adrianto.
Sebagai gambaran, Operasi Keselamatan Mahakam tahun lalu antara 10-23 Februari 2025 membukukan penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas sebesar 33 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pada operasi waktu itu, tercatat 16 kasus kecelakaan pada 2025 dari 24 kasus di 2024. Namun meskipun jumlah kecelakaan berkurang, angka korban meninggal dunia justru meningkat.
Pada tahun 2024, jumlah korban meninggal dunia tercatat tiga orang, sedangkan pada 2025 naik menjadi lima orang, atau meningkat 67 persen. (zyn)


