Tulis & Tekan Enter
images

MENYONGSONG 2026 : Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T menyampaikan berbagai program strategis di tahun ini.

Poltekba Catat Capaian Kinerja 2025, Mantapkan Langkah Menuju Kampus Vokasi Unggul 2026

KaltimKita.com, BALIKPAPAN – Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) mencatat berbagai capaian strategis sepanjang 2025 dan menegaskan komitmen transformasi institusi melalui program kerja 2026 bertajuk Poltekba Unggul. Laporan kinerja dan rencana kerja tersebut dipaparkan dalam sidang senat di Lantai 4 Gedung Terpadu, Senin (2/2/2026).

Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T menyampaikan bahwa capaian kinerja 2025 merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan vokasi. Menurutnya, berbagai indikator kinerja menunjukkan tren positif, baik dari sisi akademik, tata kelola, maupun pengembangan sarana dan prasarana.

“Capaian yang diraih Poltekba sepanjang 2025 menjadi pijakan penting untuk melangkah lebih jauh. Ini bukan sekadar angka atau penghargaan, tetapi wujud komitmen kami dalam membangun pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Sepanjang 2025, Poltekba mengelola 12 program studi dalam lima jurusan, didukung 113 dosen dan 66 tenaga kependidikan. Jumlah mahasiswa tercatat lebih dari 3.000 orang, dengan luas kampus mencapai 15 hektare. Dari sisi jejaring, Poltekba menjalin 13 kerja sama dalam negeri serta lima kerja sama luar negeri dengan mitra dari Prancis, Taiwan, Belanda, Jepang, dan Tiongkok.

Pada aspek tata kelola dan mutu institusi, Poltekba berhasil meraih akreditasi institusi dengan peringkat Baik Sekali serta menerima Anugerah Diktisaintek 2025. Capaian ini diperkuat dengan peningkatan kualitas layanan akademik dan pembenahan fasilitas kampus, mulai dari pengembangan berbagai laboratorium, ruang dosen, auditorium, hingga fasilitas penunjang kegiatan kemahasiswaan.

Direktur Poltekba menambahkan, peningkatan infrastruktur kampus menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan modern. “Kami terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana agar proses pembelajaran semakin efektif, aplikatif, dan selaras dengan perkembangan teknologi,” katanya.

Memasuki 2026, Poltekba menetapkan empat misi utama yang dijabarkan dalam 18 program kerja strategis. Fokus tersebut meliputi peningkatan mutu pembelajaran melalui reorientasi kurikulum, peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan, penguatan metode pembelajaran berbasis praktik, serta pengembangan sarana laboratorium terintegrasi.

Misi kedua diarahkan pada peningkatan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk penguatan diseminasi hasil riset, peningkatan pendanaan, serta keterlibatan aktif mahasiswa. Sementara misi ketiga menitikberatkan pada penguatan kerja sama nasional dan internasional serta perluasan jejaring industri.

Adapun misi keempat berfokus pada penguatan tata kelola institusi yang transparan, akuntabel, dan produktif, termasuk pengembangan business center, koperasi kampus, serta infrastruktur terintegrasi berbasis Techno Park Centered.

“Melalui program kerja 2026, kami menargetkan Poltekba tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga diakui di kancah internasional. Ini sejalan dengan visi kami untuk menjadi perguruan tinggi vokasi yang mandiri, bermartabat, dan berdaya saing global,” tegasnya.

Dalam jangka menengah dan panjang, Poltekba menargetkan peningkatan akreditasi institusi menjadi peringkat Unggul, perluasan akreditasi internasional pada lebih dari 50 persen program studi, serta penguatan Teaching Factory, unit produksi, dan Science and Technology Park yang berorientasi pada kebutuhan industri.

Sebelumnya, Ia menyebutkan, Poltekba telah mengajukan usulan pengembangan institusi menuju Poltekba University. Kajian akademik telah disiapkan dan proses koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Komisi X DPR RI juga telah dilakukan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Poltekba saat ini telah memiliki sekitar 10 translation centersyang berfokus pada pengembangan riset terapan dan kolaborasi dengan industri.

Ia menyampaikan bahwa transformasi menuju universitas terapan membutuhkan dukungan dan arahan dari berbagai pihak. Menurutnya, sarasehan ini menjadi momentum penting untuk memperoleh masukan strategis bagi pengembangan institusi ke depan.

“Kami membutuhkan arahan, motivasi, dan penguatan kebijakan agar Poltekba dapat berkembang lebih maju dan memberikan kontribusi yang lebih besar, terutama dalam mendukung pembangunan IKN,” tutupnya. (and)

 


TAG

Tinggalkan Komentar

//