Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Sebanyak 12 orang pemancing, termasuk seorang anak berusia 4 tahun, harus bertahan di atas bagang di tengah cuaca buruk sebelum dievakuasi pada Senin (2/2/2026) dini hari.
Rombongan tersebut terjebak di perairan Lamaru, Balikpapan Timur, setelah angin kencang dan gelombang tinggi menghalangi kapal mereka untuk kembali ke daratan sejak Minggu sore.
Kasi Ops Kantor SAR Balikpapan, Endrow Sasmita, mengonfirmasi kejadian bermula ketika rombongan pemancing ini berangkat pada Minggu pagi (1/2/2026) dengan target kembali pada sore hari.
Namun, saat waktu memasuki Magrib, kondisi cuaca di perairan berubah drastis sehingga mereka tertahan di sebuah bagang yang berjarak sekitar 20 nautical mile atau 37 kilometer dari Dermaga Somber.
"Karena situasi tidak kunjung membaik, salah satu korban segera menghubungi call center 110 untuk meminta bantuan darurat," ujar Endrow, Senin (2/2/2026).
Selama berjam-jam di bagang, para korban harus menghadapi suhu dingin dan terpaan angin laut yang kuat.
Minimnya tempat berlindung di struktur bagang membuat kondisi fisik para pemancing, terutama anak-anak, menurun dengan cepat.
Laporan permintaan bantuan baru diterima oleh Kantor SAR Balikpapan pada pukul 01.15 WITA, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman tim penyelamat menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB).
"Tim rescue bergerak 15 menit setelah laporan diterima," imbuh Endrow.
Kata dia, fokus utama petugas mencapai lokasi secepat mungkin mengingat adanya anak kecil di dalam rombongan tersebut.
Di mana tim tiba di lokasi koordinat pada pukul 03.10 WITA untuk memulai proses pemindahan korban dari bagang ke kapal penyelamat
"Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, dengan total jumlah 12 orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak," ujar Endrow.
Meski tidak ada korban jiwa, dampak paparan cuaca ekstrem terlihat jelas saat proses evakuasi berlangsung, di mana sebagian korban mulai mengalami tanda-tanda kelelahan dan kedinginan.
Tempat berlindung yang terbuka di bagang menjadi faktor utama melemahnya kondisi fisik rombongan tersebut selama menunggu bantuan datang.
"Memang terdapat beberapa orang yang mengalami kedinginan, dikarenakan tempat berlindung di bagang yang terbatas serta dipengaruhi oleh cuaca, angin, dan hujan," kata Endrow.
Setelah seluruhnya berhasil dipindahkan ke kapal RBB, rombongan dibawa menuju Dermaga TPI Manggar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut dan pendataan.
Dengan tibanya seluruh korban di daratan, operasi SAR resmi ditutup dan personel dikembalikan ke status siaga.
"Seluruh proses evakuasi di laut dinyatakan selesai pada pukul 03.55 WITA dengan kondisi semua korban dipastikan selamat tanpa ada yang hilang atau mengalami cedera serius," tegas Endrow.
Berdasarkan data cuaca, kata dia, kondisi di laut pada bulan Februari cenderung tidak stabil dan bisa membahayakan keselamatan bagi mereka yang tidak mengantisipasi perubahan arah angin dan ketinggian gelombang.
Endrow mengimbau agar para nelayan maupun pemancing rekreasi selalu memantau informasi cuaca secara berkala sebelum memutuskan untuk melaut, terutama saat membawa anggota keluarga.
"Bagi warga masyarakat yang melakukan aktivitas di laut atau di perairan agar lebih berhati-hati dan selalu memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas," tutur Endrow. (zyn)


