Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - DPRD Balikpapan mendukung keputusan Komdigi menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik dalam perlindungan anak (PP Tunas).
Wakil Ketua Bapemperda DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi menuturkan, regulasi ini merupakan jawaban atas aspirasi berbagai lapisan masyarakat. Selama ini kerap mengeluhkan perubahan perilaku anak akibat ketergantungan pada perangkat elektronik.
“Kami sering mendengar keluhan serupa saat bertemu masyarakat. Banyak anak yang kian sibuk dengan gadget hingga terpengaruh hal negatif,” ujar Iwan, Selasa (7/4).
Anggota Komisi I ini berpendapat PP Tunas sangat positif untuk memberikan kedaulatan kepada anak. Iwan menjelaskan tujuan utama dukungan terhadap PP Tunas adalah agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Layaknya generasi sebelum teknologi digital mendominasi. Menurutnya, interaksi langsung antar teman sangat penting untuk membangun saraf motorik dan kognitif anak.
Dia memperingatkan bahwa media sosial dan internet ibarat pisau bermata dua yang sangat rentan terhadap berbagai tindak kejahatan.
“Media sosial rentan terhadap kejahatan seksual, judi online, human trafficking, hingga pornografi,” tuturnya. Melalui PP Tunas, ada ruang agar anak lebih aktif secara langsung.
“Saat mereka sudah dewasa dan siap, baru diberikan ruang memanfaatkan media sosial,” tambahnya. Saat ini, pihaknya tengah mempelajari pelaksanaan PP Tunas untuk mengamati kelebihan serta kekurangannya.
Iwan membuka peluang bahwa kebijakan pusat ini nantinya bisa diturunkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). “Bagaimana lebih aplikatif dengan karakter dan kearifan lokal di Balikpapan,” imbuhnya.
Namun perlu melihat dulu pelaksanaannya, lalu dirumuskan agar lebih sempurna. Dia berharap regulasi ini dapat memastikan anak-anak di bawah umur tidak mengakses konten yang tidak seharusnya.
Sekaligus mendorong mereka untuk lebih aktif beraktivitas di luar dunia maya. “Karena ini berdasarkan kajian sangat positif untuk perkembangan saraf dan kognitif anak,” tutupnya. (ang)


