KaltimKita.com, BALIKPAPAN - Borneo FC Samarinda kembali meraih hasil kurang bagus. Kali ini hanya bermain imbang tanpa gol bersua PSIS Semarang di Stadion Batakan, Jumat (6/12/2024). Untuk ketiga kalinya, Pesut Etam-julukan Borneo- belum meraih kemenangan.
Tak hanya kemenangan, lini serang Borneo FC juga menjadi catatan khusus. Tiga laga juga belum mampu mencetak gol. Memang selama 90 menit, praktis Borneo FC sangat minim kreasi serangan. Tim tamu justru lebih banyak menekan dan menciptakan peluang berbahaya.
Di lima pergantian pemain saja, pelatih Borneo FC Samarinda, Pieter Huistra justru hanya memasukkan Terens Puhiri yang memiliki naluri menyerang. Empat pergantian lainnya merupakan tipikal pemain bertahan, termasuk masuknya Diego Michiels di penghujung babak kedua menggantikan Leo Gaucho, sehingga sektor penyerangan diisi Gabriel Furtado.
Kepada awak media, Pieter Huistra mengatakan, pergantian pemain yang dilakukan memang situasional. Pria berpaspor Belanda ini mengaku ingin memaksimalkan duel udara di penghujung babak kedua.
"Kami memang ingin memaksimalkan bola udara. Ini situasional untuk memaksimalkan menit-menit akhir," aku Pieter Huistra.
Pun begitu, tiga laga tanpa menciptakan gol, ia mengaku jadi permasalahan besar di tim nya. Apalagi di laga berikutnya akan melawan Persija Jakarta yang notabene memiliki banyak pemain bagus.
"Tapi saya berharap laga nanti bisa memainkan pertandingan terbuka. Karena melawan PSIS, praktis lawan menggunakan lima bek. Padahal biasanya mereka memainkan pola 4-3-3. Di sisi lain, berharap lapangan juga bagus, karena di Stadion Batakan sangat tidak layak dengan gaya main kami," jelasnya.
Di kubu PSIS, Pelatih Gilbert Agius mengaku puas dengan permainan anak asuhnya. Bahkan ia menilai, laga kali ini sejatinya harus meraih kemenangan. Mengingat, ada dua hingga tiga peluang emas tercipta dan itu lebih baik dari tuan rumah.
"Kami berhak mendapatkan tiga poin hari ini. Banyak peluang tercipta. Hari ini sangat puas dan bisa memainkan sepakbola yang bagus," ujar Gilbert Agius.
Senada, Gelandang Boubakary Diarra juga puas mendapat satu poin dengan tim terbaik di Indonesia. (and)


