Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Pelaksanaan hari pertama Operasi Keselamatan Mahakam 2026 dengan melakukan penindakan tegas terhadap pelanggar lalu lintas di Balikpapan, Senin (2/2/2026).
Operasi Keselamatan Mahakam 2026 ini direncanakan berlangsung selama dua pekan ke depan.
Kegiatan yang meliputi imbauan, peneguran, hingga penindakan ini menyasar para pengendara yang secara kasat mata melanggar aturan dan menjaring belasan pelanggar dengan kesalahan beragam.
Melansir data yang diterima KaltimKita.com, polisi menjatuhkan sanksi berupa 12 tilang dan 4 peneguran tertulis kepada pengguna jalan yang tidak tertib pada pelaksanaan hari pertama.
Lebih rinci, tercatat ada 1 warga yang tidak memiliki SIM, 4 pelanggaran Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), 2 penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, 2 pengendara tidak membawa SIM, 1 orang mengemudi sambil menggunakan telepon genggam, serta 2 pelanggaran terkait dimensi muatan.
Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol MD Djauhari menegaskan bahwa target utama dalam operasi ini adalah pelanggaran yang berpotensi mengganggu keselamatan bahkan hingga menghilangkan nyawa orang lain.
Pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap penggunaan knalpot brong hingga pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai aturan.
"Kendaraan yang tidak sesuai dengan TNKB-nya, knalpot brong, bahkan tidak menggunakan plat, platnya pun aneh-aneh, itu akan kita tindak dengan tegas," ujar Kompol Djauhari.
Selain fokus pada kelengkapan administrasi kendaraan, petugas juga memantau perilaku berisiko di jalan raya.
"Dimulai dari kecepatan yang berlebihan, tidak menggunakan helm, sabuk pengaman, bahkan menggunakan ponsel saat berkendara," tambahnya.
Dalam menjalankan operasi ini, Satlantas Polresta Balikpapan tidak bergerak sendiri. Mereka menggandeng Jasa Raharja untuk melakukan patroli bersama.
Lebih lanjut menurut Djauhari, tidak ada wilayah khusus yang menjadi titik rawan karena seluruh area mendapatkan perhatian yang sama melalui sistem patroli bergantian.
"Potensi kerawanan, kemacetan, kecelakaan lalu lintas akan kita lakukan patroli secara bergantian," jelasnya.
Selain patroli jalan raya, petugas juga menjadwalkan kegiatan ramp check di terminal dan tempat penghentian bus untuk memeriksa kelaikan angkutan orang serta angkutan barang secara bersama-sama.
Kompol Djauhari juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas demi kebaikan bersama.
"Khususnya bagi Kota Balikpapan dan masyarakatnya yang kita cintai dan kita banggakan ini, kami mengimbau agar kita semua menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas," tutupnya. (zyn)


