Kaltimkita.com, PENAJAM- Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Sepaku, Muhammad Bijak Ilhamdani meminta Pemkab PPU dan Otorita Ibu Kota Nusantara (PPU) untuk berkolaborasi mencegah potensi terjadinya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang diakibatkan debu proyek pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ada tiga kelurahan/desa di Kecamatan Sepaku yang terdampak debu proyek infrastruktur IKN maupun yang diakibatkan kendaraan pengangkut material, yakni Kelurahan Bumi Harapan, Kelurahan Pemaluan dan Desa Bukit Raya. Ketiga kelurahan/desa ini paling terdampak debu proyek pembangunan infrastruktur IKN, karena berada di sekitar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
“Pemkab PPU dan OIKN harus menjalin kerja sama untuk mencegah dampak debu yang berterbangan di sekitar lokasi proyek IKN terhadap kesehatan warga sekitar maupun kepada pekerja proyek,” kata Bijak, Jumat (12/4/2024).
Bijak menekankan, pemerintah daerah masih memiliki tanggung jawab terhadap Kecamatan Sepaku, karena sampai saat ini masih dalam wilayah administrasi PPU.
“Pemerintah daerah masih memiliki tanggung jawab bagaimana melakukan upaya pencegahan terhadap dampak debu di IKN. Jadi, warga yang melintasi areal pembangunan IKN dianjurkan menggunakan masker untuk mencegah penyakit ISPA,” terangnya.
Bijak mengungkapkan, pembangunan IKN di Kecamatan Sepaku berdampak besar terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat. Namun, di tengah proses pembangunannya, juga menimbulkan debu beterbangan di sekitar lokasi pembangunan infrastruktur.
“Potensi gangguan kesehatan bagi masyarakat harus diantisipasi oleh pemerintah. Jangan sampai setelah banyak warga mengeluh sakit ISPA baru turun tangan,” imbuhnya. (Adv)


