Kaltimkita.com, KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya meningkatkan literasi dan pengelolaan arsip, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berinovasi melalui digitalisasi layanan dan penguatan program-program strategis.
Kepala Diarpus Kukar, Aji Lina Rodiah, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan jawaban atas tantangan era digital. Salah satu inisiatif utama adalah peluncuran perpustakaan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses koleksi buku secara daring. Sejak diluncurkan tahun lalu, aplikasi ini mendapat apresiasi di tingkat nasional, menjadikan Kukar sebagai salah satu daerah terbaik dalam pengelolaan perpustakaan digital.
“Dengan aplikasi e-Perpustakaan, masyarakat dapat mengakses koleksi kapan saja. Alhamdulillah, secara nasional kami mendapat predikat terbaik,” katanya.
Selain pengembangan perpustakaan digital, Diarpus Kukar juga aktif mendorong pendirian dan pengelolaan perpustakaan di tingkat desa, sekolah, dan organisasi perangkat daerah (OPD).
Sebanyak 10 perpustakaan sekolah baru-baru ini mengikuti akreditasi, dengan hasil memuaskan: 4 sekolah mendapat predikat A, sementara sisanya mendapat predikat B.
Di tingkat desa, perpustakaan terus berkembang, meski sebagian masih harus ditingkatkan lagi agar memenuhi standar nasional. Dan hal ini menjadi fokus Diarpus Kukar untuk memastikan akses literasi merata di seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin perpustakaan desa lebih optimal dalam mendukung budaya baca masyarakat,” sebutnya.
Berbagai program seperti pemilihan duta baca dan lomba bertutur juga diadakan untuk meningkatkan minat baca anak-anak dan remaja.
Lina berharap, duta baca yang terpilih dapat menjadi inspirasi bagi teman-temannya. “Lomba bertutur ini melatih anak-anak mendongeng, sehingga mereka tidak hanya membaca, tetapi juga mengasah kemampuan bercerita,” sambungnya.
Di bidang kearsipan, Kukar juga mencatat pencapaian signifikan dengan meraih predikat tertinggi dalam pengelolaan arsip di tingkat provinsi Kalimantan Timur. Lebih dari separuh OPD yang dinilai mendapatkan nilai A. Dan hal ini tidak lepas dari penerapan aplikasi SRIKANDI yabg juga telah dilakukan hingga tingkat desa, hibgga memungkinkan digitalisasi surat-menyurat yang dapat dilakukan kapanpun dan di manapun, termasuk pada hari libur.
“Pengelolaan arsip yang baik sangat penting, terutama di era digital ini. Aplikasi SRIKANDI membantu meningkatkan efisiensi administrasi,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa upaya ini akan terus diperkuat agar setiap OPD mampu mengelola arsip secara optimal. Dengan berbagai inovasi tersebut, Diarpus Kukar optimis dapat menciptakan masyarakat yang lebih literat dan sistem arsip yang modern, demi mendukung pembangunan daerah yang lebih maju. (Ian)


