Tulis & Tekan Enter
images

Wakil Ketua II DPRD PPU Andi Muhammad Yusup

Dekatkan Akses Pendidikan bagi ABK, Pemkab PPU Diminta Membuka Sekolah Inklusi

Kaltimkita.com, PENAJAM- DPRD Penajam Paser Utara (PPU) mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU untuk membuka sekolah inklusi di setiap kecamatan dalam rangka mempermudah akses pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sekolah inklusi perlu dibuka di setiap kecamatan lantaran Benuo Taka hanya memiliki satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam. 

“Kami mendorong pemerintah daerah agar membuka sekolah inklusi di setiap kecamatan untuk memudahkan anak-anak kita yang memiliki keterbatasan mengakses layanan pendidikan,” kata Wakil Ketua II DPRD PPU Andi Muhammad Yusup, Selasa (8/4/2025). 

Sekolah inklusi atau pembauran antara siswa sekolah umum dengan anak berkebutuhan khusus diperlukan ada dibuka masih-masing satu untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di setiap kecamatan. 

Anak penyandang disabilitas tidak semua bisa mengakses sekolah inklusi. Jenis anak berkebutuhan khusus yang bisa mengakses sekolah inklusi seperti tunadaksa atau gangguan motorik, tunawicara, tunanetra dan autis ringan. Sedangkan jenis berkebutuhan khusus seperti tunagrahita dan autis berat serta anak yang memiliki gangguan ganda tidak bisa mengakses sekolah inklusi atau tetap di SLB. 

“Di Tengah perkembangan dunia pendidikan, sebaiknya pemerintah daerah juga melakukan langkah konkrit dengan membuka sekolah inklusi. Karena, sekolah inklusi ini bukan hal baru, tetapi beberapa kabupaten/kota di Indonesia telah lama menerapkan hal tersebut untuk mendekatkan layanan pendidikan bagi anak-anak yang mengalami keterbatasan,” terangnya. 

Ia menekankan, DPRD akan memberikan dukungan politik ketika pemerintah daerah akan membuka sekolah inklusi. Karena penetapan sekolah umum menjadi sekolah inklusi diperlukan dukungan anggaran terutama perekrutan guru pendamping ABK. 

“Kalau bisa melakukan perekrutan tenaga guru pendamping anak berkebutuhan khusus  atau memberikan pelatihan bagi guru terkait penanganan anak berkebutuhan khusus,” tandasnya. (Adv)


TAG

Tinggalkan Komentar

//