Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Setelah ditetapkannya Kebijakan PPKM Level 1 oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pada Senin (11/4/2022) malam, Pemerintah Kota Balikpapan tetap menegaskan kepada masyarakat agar tetap mengedepankan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam kegiatan sehari-hari. Ia pun mengingatkan supaya warga tidak terlalu jemawa dengan keadaan tersebut.
Perlu diingat, Kasus covid-19 di Kota Balikpapan sempat memasuki tren naik turun. Dimana sempat melandai drastis sebelum memasuki awal tahun 2022, lalu merangkak melonjak kembali. Puncaknya pada periode Februari lalu, hingga Pemerintah Kota Balikpapan pun harus kembali menjalankan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tiga. Namun, belajar dari lonjakan kasus-kasus sebelumnya pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya menangani kasus tersebut.
Gebrakan vaksinasi terus dikencangkan, penambahan sektor-sektor vaksin semakin ditambahkan. Dan himbauan ke masyarakat agar segera vaksin terus ditingkatkan. Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud bahkan menegaskan sebelumya, mengenai penanganan Covid-19, upaya maksimal akan terus dilakukan sehingga Corona dapat terkendali sebelum memasuki bulan Ramadan. Alhasil, menjelang dan hingga menjalani Bulan Suci Ramadan, kasus Covid-19 di Balikpapan pun terus melandai, sehingga Pemerintah Kota Balikpapan berani memberikan relaksasi, termasuk memberikan segala kelonggaran kegiatan di bulan puasa.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud didalam kesempatannya saat menghadiri penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Pos, meminta agar masyarakat tidak abai untuk menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan agar kasus covid-19 terus terkendali dan benar-benar musnah.
"Perlu kami sampaikan untuk kondisi covid-19 di Balikpapan Alhamdulillah sudah mulai melandai, dan Kemendagri sudah mentapkan bahwa Balikpapan sudah berada di dalam level 1," ucapnya, pada Selasa (12/4/2022).
Kemudian orang nomor satu di Kota Balikpapan ini juga selalu mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu larut dalam euforia dengan PPKM Level 1. Untuk itu, ia berharap warga masih tetap mematuhi dan menjalankan kegiatan sehari-sehari dengan pola 5M.
"Walaupun dilevel satu kegiatan tetap taat prokes jangan sampai lengah, sehingga covid di Balikpapan bisa terus terkendali dan mudah-mudahan covid ini bisa benar-benar hilang dari kota Balikpapan," harapnya.
Sementara itu, dr. Andi Sri Juliarty menjelaskan melalui pesan singkat kepada media ini untuk Indikator penilaian PPKM yakni angka kenaikan kasus, BOR Rumah Sakit, kasus kematian, Ratio Tracing (RT).
"Selain itu, Juga dibalik dari jumlah testing, treatment ( dirawat / isolasi ), vaksinasi, mobilitas orang, serta penggunaan masker," tutupnya.
Untuk diketahui, upaya pengendalian itu terus dilakukan meskipun memasuki level satu. Seperti halnya yang dilakukan kecamatan Balikpapan Kota. Meskipun kasus menurun terpantau masih melakukan aksi razia masker yang berlangsung di Gedung Parkir Klandasan Selasa (12/4/2022) sore, sekitar pukul 16.15 wita. (lex)


