KaltimKita.com - Pada tanggal 4 Agustus 2024, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindang) resmi menutup pelatihan pengelolaan bisnis dan manajemen wirausaha. Pelaksanaan ini telah diselenggarakan selama 12 hari di Sentra Tenun Kampung Sukan Tengah terhitung mulai 24 Juli sampai dengan 4 Agustus 2024. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan dalam mengelola bisnis dan mengembangkan jiwa kewirausahaan.
Acara penutupan dihadiri oleh Sekretaris Diskoperindag, Kabid Perindustrian Diskoperindang, BSPJI Samarinda oleh ibu Endang dan Pak Jantri, Narasumber Dr.Indrayani dan Dr.Nurlia beserta para rombongan dinas, Kepala Kampung dan para peserta pelatihan.
Pada kesempatan ini, Kepala Diskoperindang melalui Sekretaris menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan dedikasi para peserta selama mengikuti pelatihan.

Dr.Indrayani yang merupakan Ketua Pusat Kewirausahaan Universitas Balikpapan ini hadir sebagai salah satu narasumber pada pelatihan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dalam pelatihan peserta dibekali teori sekaligus praktek. "Selama pelaksanaan kegiatan ini berlangsung, peserta diberikan 50 % teori tentang pengelolaan bisnis, manajemen wirausaha, penyusunan rencana bisnis, manajemen keuangan, pemasaran, digital marketing, startup, dan pengembangan produk, 20 % diskusi studi kasus UMKM dan 30 % praktek pembuatan sirup mangrove, packaging, foto produk, dan pembuatan ecoprint teknik dasar pounding," Jelas Dr.Indrayani.
Pakar Kewirausahaan Universitas Balikpapan ini berharap agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui OPD terkait untuk meningkatkan ruang edukasi bagi pelaku UMKM.
Ia berharap agar Pemprov Kaltim dapat membuka seluas-luasnya ruang edukasi bagi pelaku UMKM yang ada di kalimantan timur. Terutama menjangkau kampung-kampung yang memiliki potensi kekayaan sumber daya alam yang dapat diolah menjadi produk usaha. Sehingga, sektor perekonomian pelaku usaha tumbuh dari button to up.
"Baik dari desa ke kota maupun dari yang skala mikro ke kecil, lalu dari kecil ke menengah dan seterusnya. Sehingga UMKM naik kelas dan tidak hanya menjadi jargon semata, melainkan sebuah langkah gemilang menyambut Ibukota Negara Nusantara di Kalimantan Timur," tutup Dr. Indrayani. (and)


