Tulis & Tekan Enter
images

Sah, KPU Balikpapan Lantik 30 PPK Pemilu 2024

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Sebanyak 30 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 sah dilantik di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (4/1/2023).

Adapun pelantikan dilakukan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Balikpapan, Noor Toha dan disaksikan langsung Forkopimda Balikpapan.

Untuk diketahui, PPK ini merupakan alat bantu KPU Kota Balikpapan di tingkat kecamatan untuk Pemilu 2024.

"Mudahan pelantikan PPK sukses dan nanti kita lanjutkan pembekalan. Jadi Setiap kecamatan ada 5 orang, dan ini ada 6 kecamatan jadi 30 orang. Nanti didampingi sekretariat dilantik dari pegawai tingkat kecamatan nanti disahkan dan SK kan pak Wali," kata Ketua KPU Kota Balikpapan, Noor Thoha, kepada awak media usai pelantikan.

Dijelaskannya, nanti akan ditempatkan di tiap kecamatan yang mana akan beranggotakan 8 petugas yakni 5 orang dari PPK, dan 3 orang dari sekretariat. 

"Tugasnya membantu KPU untuk pembentukan PPS (Panitia Pemungutan Suara) bisa jadi bantu mewawancari, terbangun komunikasi, dan orang yang dipilih yang bisa kerja sama dengan PPK," terangnya.

Ditambahkannya, saat ini KPU Kota Balikpapan sedang melakukan proses pembentukan PPS di kecamatan dan dilanjutkan dengan tes Computer Assisted Test (CAT). 

Lalu akan dilakukan pembentukan panita Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang akan mendatangi satu rumah ke rumah lain untuk pemutakhiran data pemilih. 

Fase lain adalah tahapan pendaftaran DPD, yang akan dilakukan verifikasi administrasi, dan lanjutan verifikasi paktual. 

Sementara itu, Asisten 1 Bidang Tata Kepemerintahan, Zulkifli menyampaikan, dimana Wali Kota Balikpapan berpesan kepada anggota PPK yang baru saja dilantik agar memilik semangat dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 yang berintegritas.

"Karena saudara-saudari memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak hanya mensukseskan pemilihan pada sisi pelaksanaan akan tetapi juga dari sisi administrasi. 

"Dan yang tidak kalah penting, harus menjaga netralitas dengan tidak memihak pada kepentingan salah satu pihak peserta pemilu, demi terwujudnya pemilu yang benar-benar bersih, jujur dan adil," tutupnya. (lex)


TAG

Tinggalkan Komentar

//