Tulis & Tekan Enter
images

Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri

Polemik Proyek RS Sayang Ibu: DPRD Balikpapan Siap Bentuk Pansus Jika BPK Temukan Masalah

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Empat dari enam fraksi di DPRD Balikpapan telah mendesak pembuatan panitia khusus (pansus) RS Sayang Ibu. Alasannya meminta transparansi sebelum pengajuan anggaran berikutnya.

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menegaskan bahwa pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk proyek pembangunan RS Sayang Ibu senilai Rp136 miliar masih bergantung pada hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

Hingga saat ini, legislatif memilih bersikap menunggu sebelum menanggapi desakan dari empat fraksi. Meski usulan pembentukan pansus telah diajukan lebih dari dua bulan lalu, Alwi menyatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. 

Menurutnya, audit dari BPK merupakan acuan utama untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran dalam proyek yang berlokasi di Balikpapan Barat tersebut.

“Kami ingin melihat dulu bagaimana hasil auditnya. Saat ini Inspektorat sudah mengusulkan kepada BPK dan proses audit sedang berjalan,” ujar Alwi pada Rabu, (8/4).

Ia menjelaskan bahwa keberadaan pansus tidak diperlukan jika hasil audit menunjukkan tidak adanya masalah. 

Namun, Alwi menjamin DPRD siap segera membentuk pansus apabila ditemukan indikasi penyimpangan yang signifikan.

"Kalau BPK menyatakan ada temuan masalah berat, kita akan bentuk pansus. Namun, jika tidak ada masalah, buat apa mengejar pembentukan pansus?" tambahnya.

Berdasarkan data yang diterima, Alwi berpendapat bahwa pelaksanaan proyek sejauh ini masih berjalan sesuai koridor. Dari total anggaran yang dikucurkan sebesar 20 persen, progres pekerjaan tercatat mencapai 18 persen. 

"Ada pengembalian dana sekitar 2 persen atau senilai Rp2 miliar," tuturnya. Apabila ada rekomendasi dari Komisi IV dan temuan resmi BPK untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap proyek fasilitas kesehatan tersebut. (ang)



Tinggalkan Komentar

//