Tulis & Tekan Enter
images

Petugas Rutan Kelas IIA Balikpapan melakukan pengawalan ketat terhadap 50 warga binaan saat proses mutasi menuju Lapas Kelas IIA Samarinda guna mengoptimalkan program pembinaan lanjutan. (Ist/Rutan Balikpapan)

Penyegaran Pembinaan, Rutan Balikpapan Mutasi 50 Warga Binaan ke Samarinda

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Peningkatan kualitas pelayanan dan efektivitas pembinaan menjadi prioritas utama Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan.

Pada Selasa (10/2/2026), pihak Rutan resmi memberangkatkan 50 warga binaan untuk melanjutkan masa pidana mereka di Lapas Kelas IIA Samarinda.

Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim, menjelaskan bahwa mutasi ini merupakan instrumen penting untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan setiap individu mendapatkan program pembinaan yang sesuai dengan tahapan masa pidananya.

Proses perpindahan ini berlangsung di bawah pengawasan ketat petugas internal yang bersinergi dengan aparat kepolisian. 

Seluruh tahapan dijalankan dengan kepatuhan penuh terhadap SOP yang berlaku. 

"Mulai dari verifikasi administrasi, yakni pengambilan sidik jari dan pencatatan buku register," tutur Agus. 

Kemudian sterilisasi, pemeriksaan fisik dan penggeledahan barang bawaan untuk mencegah masuknya barang terlarang.

 Lalu pemeriksaan kesehatan dengan memastikan seluruh warga binaan dalam kondisi prima sebelum menempuh perjalanan.

"Kami ingin memastikan proses ini berjalan humanis namun tetap profesional. Mutasi ini memberikan ruang bagi mereka untuk mengakses program pembinaan lanjutan yang lebih spesifik di Lapas Samarinda," ujar Agus. 

Sebelum armada diberangkatkan, Muhammad Adi Putra selaku Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) memberikan pengarahan khusus.

Ia menginstruksikan para warga binaan untuk tetap kooperatif dan menjunjung tinggi tata tertib di lingkungan yang baru. 

"Sikap disiplin diharapkan menjadi modal utama mereka dalam menjalani sisa masa tahanan dengan produktif," lanjut Agus. 

Melalui restrukturisasi hunian ini, Rutan Balikpapan menargetkan terciptanya atmosfer yang lebih kondusif.

Agus Salim optimistis bahwa dengan lingkungan yang lebih tertata, petugas dapat memberikan pelayanan yang jauh lebih maksimal dan terukur.

"Komitmen kami tetap satu: mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berintegritas dan fokus pada pemulihan warga binaan," pungkasnya. (zyn) 



Tinggalkan Komentar

//