Tulis & Tekan Enter
images

Heru Ressandy

Dari Pasar Lokal ke Mancanegara, 100 UMKM Balikpapan Siap Naik Level

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Sebanyak 100 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Balikpapan tahun ini disiapkan naik kelas. Mereka akan diperkuat dari sisi legalitas, kapasitas produksi, hingga akses pasar luar daerah bahkan ekspor.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kota yang saat ini ditopang sekitar 98.000 UMKM aktif.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan, Heru Ressandy, mengatakan program ini menyasar pelaku usaha yang telah melalui proses kurasi dan dinilai siap berkembang lebih jauh.

“Yang baru merintis kita dorong kuasai pasar lokal dulu. Yang produknya sudah bagus, kita arahkan keluar daerah bahkan ekspor,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, naik kelas bukan sekadar peningkatan skala usaha, tetapi mencakup kelengkapan legalitas, standar produksi, kemasan, hingga akses pembiayaan dan pemasaran digital.

Dalam dua bulan terakhir, lebih dari 100 kegiatan yang melibatkan UMKM telah digelar di berbagai titik di Balikpapan. Aktivitas ini diharapkan memperluas jaringan pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha lokal.

Dukungan juga datang dari sektor swasta. Dua perusahaan di Balikpapan telah membantu satu kelompok UMKM beranggotakan 30 pelaku usaha dengan memberikan bantuan peralatan produksi.

“Dengan tambahan alat, kapasitas produksi mereka bisa meningkat. Ini bentuk kolaborasi yang sangat kami harapkan,” kata Heru.

Ia menegaskan, pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi perusahaan maupun lembaga yang ingin berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) atau program pemberdayaan lainnya.

Beberapa produk unggulan Balikpapan bahkan telah memasuki tahap business matching untuk pasar luar negeri. 

Di antaranya olahan bawang dayak, amplang, kerupuk ikan, olahan udang dan ikan, serta rencana pengembangan tepung berbahan rumput laut, singkong (tapioka), dan jamur.

Untuk memperluas akses ekspor, DKUMKMP berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan.

“Kita baca dulu data pasarnya, lalu kita tawarkan produknya. Perdagangan yang akan mendorong ke pasar luar, sementara kami menyiapkan industrinya,” jelasnya.

Sektor kuliner dan olahan pangan masih mendominasi UMKM di Balikpapan. Karena itu, penguatan kualitas produk dan kemasan menjadi prioritas agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional dan internasional.

Pada 2024, sekitar 500 UMKM telah menjadi binaan DKUMKMP. Tahun ini, tambahan 100 UMKM hasil kurasi diharapkan mampu menjadi contoh sukses bagi pelaku usaha lain.

Dengan jumlah UMKM yang mencapai puluhan ribu unit, penguatan sektor ini dinilai penting untuk menjaga perputaran ekonomi kota tetap stabil dan bertumbuh. Balikpapan tidak hanya menjadi kota jasa dan penyangga Ibu Kota Nusantara, tetapi juga memiliki fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat melalui UMKM. (rep)



Tinggalkan Komentar

//