Tulis & Tekan Enter
images

Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali

MENPORA JANGAN GAMPANG TUTUP MATA

Kaltimkita.com, JAKARTA - #SOS-06102021- Menpora Zainuddin Amali terkesan menutup mata terhadap indikasi match setting di sepakbola PON XX Papua 2021 dengan kesimpulan prematur.

"Saya kebetulan tidak berada di situ karena saya berada di Merauke. Tapi, saya sudah tanyakan pada teman-teman yang netral, mereka menyampaikan bahwa tidak ada sesuatu yang perlu dicurigai,” kata Zainudin dalam wawancara virtual, Rabu (6/10/2021).

“Jadi beberapa mantan pemain nasional kan ada di situ, saya tanya, 'Seperti apa pertandingan itu?' Mereka bilang, ‘Enggak ada pak (sepakbola gajah), main normal saja, soal gol yang terjadi seolah-olah bunuh diri ya memang karena kipernya sudah out of position. Ya namanya bertanding ada kalah dan menang, jadi saya lihat tidak ada yang namanya sepak bola gajah. Saya minta pendapat dari orang yang netral bukan orang yang masih terkait di pertandingan itu karena pasti akan subjektif jawabannya,” kata menpora.

Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali berharap Menpora Zainuddin Amali harusnya paham sepakbola gajah, match acting, match fixing, dan match setting, main sabun, main mata adalah penyakit kronis sepakbola Indonesia dalam dua dasawarsa terakhir yang berulang terjadi dan membuat sepakbola kita sulit berprestasi.

"Harusnya, tidak cepat mengambil kesimpulan. Belajar dari Vietnam yang sekarang sepakbolanya bagus karena sangat serius membakar lumbung pengaturan skor," kata Akmal Marhali.

Nah, harusnya lanjut Akmal, menpora berinisiatif membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) terlebih dahulu agar bisa terurai dengan jelas. Bisa melibatkan satgas Polri antimafiabola.

Ini masalah besar sepakbola nasional. Jangan terkesan jadi melindungi tanpa investigasi. Kalau sudah menutup pintu, saksi yang mau menyampaikan pun menjadi takut dan mundur karena tidak ada perlindungan.

"Ingat kita punya Tragedi Sepakbola Gajah. Mulai era Perserikatan pada 21 Februari 1988 saat Persebaya mengalah 0-12 dari Persipura di Stadion Gelora 10 November untuk menyingkirkan PSIS. Ada juga parade lima gol bunuh diri antara PSS vs PSIS di Liga 2 2014 dan sengaja gagal penalti Krisna Adi di Liga 2 2018 antara Aceh United vs PS Mojokerto Putra. Bahkan, sepakbola menular ke timnas pada Piala Tiger 1998 antara Indonesia vs Thailand yang tak pernah dituntaskan!," tutup Akmal. (*/bie)


TAG

Tinggalkan Komentar

//