Oleh: Rusdiansyah Aras
PERISTIWA yang terjadi di Balai Kota Samarinda pada Selasa (10/2) kemarin memberikan kita pelajaran berharga tentang bagaimana sebuah komunikasi kepemimpinan seharusnya bekerja. Di tengah riuh rendah aksi demonstrasi yang dipimpin oleh Ade Maria Ulfah bersama ratusan pedagang terkait nasib 379 Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB), kita melihat sosok Wali Kota Dr. H. Andi Harun tidak memilih untuk berdiam di balik meja.
Beliau justru turun langsung, berdiri di barisan depan, dan berhadapan dengan massa. Ini bukan sekadar gerakan fisik, melainkan sebuah pernyataan politik dan empati yang kuat.
Gaya Komunikasi: Tegas, Cerdas, dan Langsung
Ada beberapa poin krusial yang patut kita catat dari gaya komunikasi orang nomor satu di Samarinda ini:
Tanpa Perantara: Kehadiran langsung Wali Kota memutus rantai birokrasi komunikasi yang seringkali menjadi sumbatan informasi. Ketika solusi keluar langsung dari "mulut nomor satu", kepastian hukum dan kebijakan menjadi terang benderang.
Kebijakan "Satu Nama, Satu Lapak": Ini adalah langkah berani dalam menata tata kelola Pasar Pagi. Dengan tegas beliau menyatakan bahwa satu nama pemilik SKTUB hanya berhak atas satu lapak atau kios. Ini bukan hanya soal penataan fisik, tapi soal keadilan sosial bagi seluruh pedagang agar tidak ada monopoli ruang usaha.
Ketegasan yang Terukur: Andi Harun menunjukkan bahwa mendengarkan aspirasi tidak berarti harus lemah dalam prinsip. Beliau tetap pada komitmen pembenahan kota, namun menyampaikannya dengan skema yang logis dan solutif.
Solusi Cepat untuk Kesejahteraan Rakyat
Langkah Pemerintah Kota Samarinda di bawah komando Andi Harun dalam menertibkan tata kelola pasar adalah bentuk tanggung jawab moral. Gaya komunikasi yang "blak-blakan" namun cerdas ini efektif meredam ketegangan sekaligus memberikan arah baru yang lebih teratur bagi masa depan Pasar Pagi.
Langkah ini membuktikan bahwa di tangan pemimpin yang paham masalah teknis sekaligus peka terhadap denyut nadi sosial, konflik bisa diubah menjadi kesepakatan yang membangun.
"Pemimpin sejati tidak hanya mendengar dari laporan di atas kertas, tapi berani menatap mata rakyatnya untuk memberikan solusi."
Semoga Bapak Wali Kota senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan selalu dalam lindungan Allah SWT dalam menjalankan amanah membangun Samarinda yang kita cintai. Aamiin ya Rabbal Alamin.
Pak Wali-ku, Teruslah Mengabdi.(rd)


.jpg)