Tulis & Tekan Enter
images

Executive Produser Film Kerja, Apa Dikerjain?, H. Alwi.

H. Alwi Besti Rispo & Hifdzi Mengaku Bangga, Gala Premier “Kerja, Apa Dikerjain?” Dibanjiri Penonton

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Antusiasme masyarakat mewarnai gala premier film komedi horor “Kerja, Apa Dikerjain?” di Cinepolis Mall Living Plaza, Balikpapan, Selasa malam (10/2/2026). Executive Produser H. Alwi yang juga merupakan sahabat Rispo dan Hifdzi mengaku bangga atas sambutan hangat yang diberikan penonton terhadap karya anak-anak lokal tersebut.

“Alhamdulillah, ini hasil kreasi anak-anak Balikpapan. Saya pribadi sangat mengapresiasi. Menurut saya film ini bagus sekali. Mudah-mudahan bisa menggerakkan perfilman di Balikpapan, khususnya anak-anak konten kreator agar terus melahirkan ide-ide baru,” ujar H. Alwi.

Menurutnya, film ini bisa menjadi cikal bakal kebangkitan perfilman lokal di Kota Beriman. Ia pun membuka peluang selebar-lebarnya bagi sineas lokal lainnya yang ingin berkarya.

“Saya sangat terbuka untuk teman-teman yang ingin membuat film. Dalam bentuk apa pun, saya siap mendukung. Seperti di film ini, kami juga menghadirkan artis dari Jakarta seperti Rispo dan Hifdzi Khoir untuk memberi warna dan semangat kolaborasi,” jelasnya.

Meski pembuatan Film itu sampai menelan biaya sebesar Rp400 Juta, H. Alwi berharap cinema tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana memperkenalkan budaya dan tradisi Kalimantan, khususnya Balikpapan, kepada khalayak yang lebih luas.

“Kita ingin memperkenalkan bahwa Balikpapan punya tradisi dan budaya. Itu yang ingin kita angkat,” tambahnya.

Executive Produser lainnya, Irwinsyah, menuturkan bahwa proyek ini menjadi jembatan bagi talenta lokal untuk menembus kancah nasional. Ia menilai banyak anak muda Balikpapan yang memiliki bakat dan cita-cita besar di industri kreatif.

“Kami hanya menjembatani. Semoga ini jadi film perdana yang memicu semangat teman-teman lain untuk mengikuti jejak mereka. Respons penonton luar biasa, bahkan hingga akhir pekan jadwal penayangan sudah hampir penuh,” ungkapnya.

Irwinsyah optimistis, dengan kerja keras dan konsistensi, talenta Balikpapan tidak akan kalah bersaing dengan kota-kota lain.

Sementara itu, Produser Satya Noveriandy turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penonton, kru, pemain, dan para sponsor yang terlibat dalam produksi film tersebut.

“Antusiasme penonton sangat tinggi. Dari ekspresi mereka, kami merasa karya ini dihargai. Ini menjadi pembelajaran pertama bagi kami dalam membangun chemistry antara kru, pemain, dan sponsor,” katanya.

Ia menambahkan, film ini masih dalam tahap awal pengembangan ekosistem perfilman lokal dan belum sepenuhnya berorientasi komersial. Fokus utama tim produksi adalah membangun pengalaman dan kualitas produksi sebagai fondasi untuk karya-karya berikutnya.

“Ke depan, Insya Allah kalau semuanya sudah siap, kami bisa melangkah ke ranah yang lebih besar,” tutup Satya.

Keberhasilan gala premier “Kerja, Apa Dikerjain?” menjadi penanda optimisme baru bagi perfilman Balikpapan. Dukungan berbagai pihak diharapkan mampu membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak karya kreatif dari putra-putri daerah. (lex)



Tinggalkan Komentar

//