Tulis & Tekan Enter
images

Pihak kelurahan Margo Mulyo saat melakukan monitoring parit

Kelurahan Margo Mulyo Monitoring Parit di RT 04 dan RT 15, Antisipasi Genangan Saat Hujan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, melakukan monitoring kondisi parit di wilayah RT 04 dan RT 15 sebagai upaya memastikan sistem drainase lingkungan berfungsi dengan baik. 

Kegiatan ini melibatkan Kasi Permas, staf kelurahan, Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM), konsultan, serta para ketua RT setempat.

Monitoring dilakukan dengan meninjau langsung kondisi saluran air di lingkungan warga untuk melihat apakah terdapat penyumbatan, kerusakan, atau sedimentasi yang berpotensi menghambat aliran air, terutama saat curah hujan tinggi.

Lurah Margo Mulyo, Aris Yanuar Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah kelurahan dalam mencegah potensi genangan air maupun banjir skala lingkungan yang kerap terjadi akibat drainase tidak berfungsi optimal.

“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan kondisi parit di lingkungan warga tetap terjaga. Kami ingin melihat secara langsung apakah ada penyumbatan, pendangkalan, atau kerusakan pada saluran yang perlu segera ditangani,” ujar Aris, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, pengecekan lapangan menjadi langkah penting sebelum menentukan tindakan lanjutan, baik berupa pembersihan, perbaikan, maupun perencanaan pembangunan drainase baru jika memang diperlukan.

Aris menjelaskan, bahwa wilayah RT 04 dan RT 15 dipilih sebagai lokasi monitoring karena terdapat beberapa titik yang sebelumnya dilaporkan warga mengalami aliran air kurang lancar, khususnya saat hujan dengan intensitas cukup tinggi.

“Kami menerima beberapa laporan dari masyarakat terkait kondisi parit yang mulai tertutup sedimentasi atau sampah. Karena itu kami turun langsung bersama tim untuk memastikan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga melakukan diskusi dengan para ketua RT serta warga setempat guna menggali informasi terkait kondisi drainase lingkungan serta kebutuhan penanganan yang diperlukan.

Aris menegaskan bahwa keberhasilan menjaga fungsi drainase tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke saluran air.

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jika parit dijaga bersama dan tidak dijadikan tempat pembuangan sampah, maka aliran air akan tetap lancar dan risiko genangan bisa diminimalkan,” katanya.

Selain monitoring, pihak kelurahan juga mendorong warga untuk melakukan kegiatan kerja bakti secara rutin guna membersihkan parit dan lingkungan sekitar.

“Kami selalu mengajak masyarakat melalui RT untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong membersihkan lingkungan. Ini langkah sederhana tetapi sangat efektif dalam menjaga fungsi drainase,” tambah Aris.

Ke depan, hasil monitoring ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak kelurahan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan pengusulan program perbaikan drainase kepada pemerintah kota.

Dengan adanya kegiatan monitoring tersebut, Pemerintah Kelurahan Margo Mulyo berharap sistem drainase di lingkungan warga dapat tetap berfungsi optimal sehingga risiko genangan maupun banjir dapat diminimalkan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat. (ref)



Tinggalkan Komentar

//