Tulis & Tekan Enter
images

Warga Margasari memasang target jadi kelurahan pesisir terbersih di Balikpapan

Margasari Targetkan Jadi Kelurahan Pesisir Terbersih di Balikpapan pada 2026

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat, menargetkan diri menjadi kelurahan pesisir terbersih di Kota Balikpapan pada tahun 2026. Target tersebut menjadi komitmen yang mulai dikuatkan sejak akhir 2025 setelah berbagai program pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat berjalan secara berkelanjutan.

Lurah Margasari, Hendra Jaya Prawira, mengatakan upaya menuju target tersebut tidak hanya mengandalkan kegiatan bersih-bersih lingkungan secara rutin, tetapi juga mengintegrasikan berbagai program yang telah dijalankan selama dua tahun terakhir.

Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan pesisir yang bersih dan sehat.

“Kami ingin menjadikan Margasari sebagai contoh bagi kelurahan pesisir lainnya. Bukan hanya bersih karena ada petugas atau satgas, tetapi karena warganya sudah memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan,” ujar Hendra, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, selama 2024 hingga 2025, Kelurahan Margasari aktif menjalankan berbagai inovasi program lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Program-program tersebut tidak hanya fokus pada penanganan sampah, tetapi juga membangun budaya baru dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Gerakan Serentak Angkut Sampah atau Gertak Sampah yang rutin dilakukan bersama warga. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak bergotong royong membersihkan lingkungan, terutama di kawasan pesisir dan rumah panggung yang selama ini rentan menjadi lokasi penumpukan sampah.

Selain itu, pembentukan bank sampah di tingkat RT juga terus diperkuat. Program ini mendorong masyarakat untuk memilah sampah rumah tangga sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di laut.

“Kalau dulu membuang sampah ke laut dianggap hal yang biasa, sekarang sudah mulai berubah. Banyak warga yang justru aktif memilah dan menabung sampah di bank sampah,” jelasnya.

Upaya membangun kesadaran lingkungan juga dilakukan melalui edukasi kepada generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Kelas Kecil serta pengelolaan perpustakaan atas air yang menjadi ruang belajar bagi anak-anak di kawasan pesisir.

Program tersebut tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Di sisi lain, dukungan dari berbagai pihak turut memperkuat langkah Kelurahan Margasari dalam mewujudkan lingkungan pesisir yang bersih. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan serta program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Pertamina memberikan dukungan melalui penyediaan sarana pengelolaan sampah dan kegiatan pembinaan masyarakat.

Setiap hari, dua Satgas Pesisir juga ditempatkan di kawasan rumah panggung untuk mengangkut sampah yang masih tersisa serta mencegah munculnya pencemaran baru di wilayah pesisir.

“Kami juga terus mendorong pembentukan kelompok sadar lingkungan di tiap RT agar semangat menjaga kebersihan ini tetap berjalan dan tidak berhenti,” tambah Hendra.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program lingkungan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran yang tersedia, tetapi oleh kemauan kolektif masyarakat untuk berubah dan menjaga lingkungannya secara bersama-sama.

“Kalau warganya mau bergerak bersama, semua bisa tercapai. Kami dari kelurahan hanya memfasilitasi dan menguatkan,” tegasnya.

Dengan fondasi program yang semakin kuat serta partisipasi masyarakat yang terus meningkat, Kelurahan Margasari kini menatap tahun 2026 dengan optimisme. Harapannya, kawasan pesisir yang sebelumnya dikenal rawan sampah dapat bertransformasi menjadi ikon kebersihan sekaligus contoh ketahanan lingkungan di Kota Balikpapan. (ref)



Tinggalkan Komentar

//