Tulis & Tekan Enter
images

FOTO: Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy memeriksa kesiapsiagaan pasukan pengamanan Lebaran yang disiagakan di sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan di Balikpapan.

Empat Pos Terpadu Disiapkan di Bandara hingga Pelabuhan, Polisi Antisipasi Lonjakan Mobilitas Lebaran di Balikpapan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Kepolisian bersama pemerintah daerah memetakan sejumlah potensi kerawanan menjelang masa libur panjang Idul Fitri di Kota Balikpapan.

Pemetaan tersebut dilakukan setelah pelaksanaan gelar pasukan sebagai tahap akhir pengecekan kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan libur Lebaran.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy mengatakan gelar pasukan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian persiapan pengamanan telah berjalan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat hingga kesiapan berbagai instansi terkait.

"Kita sudah melaksanakan gelar pasukan untuk mengecek kesiapsiagaan terakhir dari rangkaian persiapan menghadapi libur panjang Idul Fitri," kata Jerrold, dikutip Jumat (13/3/2026). 

Ia menjelaskan, rangkaian persiapan tersebut tidak hanya melibatkan aparat keamanan, tetapi juga pemerintah kota serta sejumlah instansi lain yang memiliki peran dalam menjaga stabilitas kondisi masyarakat selama masa libur.

Menurut Jerrold, pemerintah kota sebelumnya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta memeriksa ketersediaan bahan pokok penting.

Di sisi lain, berbagai pihak juga disiapkan untuk mendukung layanan kesehatan serta kebutuhan lain yang berpotensi meningkat selama periode libur Lebaran.

Polisi bersama TNI juga melaksanakan Operasi Keselamatan serta Operasi Cipta Kondisi untuk memastikan aturan baru yang berlaku telah tersosialisasi dan dipatuhi masyarakat.

"Kepolisian dan TNI juga memastikan tidak ada kejahatan-kejahatan konvensional maupun gangguan lain yang berpotensi muncul selama periode libur tersebut," lanjut Jerrold. 

Dalam rangka pengamanan, kepolisian telah memetakan sejumlah lokasi strategis yang menjadi titik pergelaran pasukan dan pos pengamanan. Empat pos terpadu disiapkan di beberapa lokasi yang menjadi pusat mobilitas masyarakat.

Empat pos terpadu tersebut berada di kawasan Bandara Sepinggan, Pelabuhan Semayang, terminal penumpang, serta Pelabuhan Kariangau.

Selain itu, kepolisian juga menyiapkan tiga pos pengamanan yang tersebar di sejumlah titik di kota. Pos tersebut antara lain berada di kawasan BSB dan di area Plaza.

"Selain pos terpadu dan pos pengamanan, kami juga menyiapkan pos pantau yang bersifat dinamis dan bisa berpindah sesuai kondisi di lapangan," kata Jerrold.

Ia menjelaskan pos pantau akan ditempatkan di lokasi yang mengalami peningkatan kemacetan guna memastikan potensi kerawanan tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Jerrold menegaskan objek pengamanan dalam operasi ini tidak hanya masyarakat sebagai pengguna jalan, tetapi juga berbagai lokasi serta barang yang membutuhkan pengawasan selama masa libur Lebaran.

"Objek pengamanan itu adalah orang, tempat, serta barang-barang yang perlu kita amankan selama masa libur panjang ini," ujarnya.

Selain kemacetan, kepolisian juga memetakan potensi kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di sejumlah titik. 

Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain kawasan Bundaran Rapak serta beberapa titik lain yang dinilai rawan kecelakaan.

Sebagai langkah antisipasi, kepolisian telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan jika volume kendaraan meningkat dan tidak lagi dapat ditoleransi.

"Rekayasa lalu lintas akan menjadi prioritas apabila kepadatan kendaraan sudah tidak bisa lagi ditolerir," kata Jerrold.

Di sisi lain, pemerintah kota menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat yang menjadi bagian dari pengamanan selama masa libur Lebaran.

Penjabat Sekretaris Daerah Balikpapan Agus Budi Prasetyo mengatakan pemerintah kota terlibat dalam berbagai langkah untuk menjaga stabilitas kondisi masyarakat selama periode tersebut.

Menurut Agus, pemerintah kota juga melakukan sejumlah langkah antisipasi, termasuk menjaga stabilitas bahan pokok penting serta mencegah terjadinya panic buying terhadap BBM maupun LPG.

Pemerintah kota melalui Dinas Perdagangan juga menyiapkan rencana pasar murah serta operasi pasar yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk Bank Indonesia, kepolisian, dan instansi terkait lainnya.

Agus menambahkan apel yang digelar pada hari tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat dalam proses pengamanan libur Lebaran di Balikpapan.

Ia menegaskan integrasi seluruh pihak menjadi faktor penting agar pengamanan selama masa libur Idul Fitri dapat berjalan sesuai rencana.

"Pemkot akan sangat mendukung Operasi Ketupat karena yang menjadi objek pengamanan adalah masyarakat Kota Balikpapan," tegas Agus. (zyn) 



Tinggalkan Komentar

//