Tulis & Tekan Enter
images

Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono

El Nino di Depan Mata, DPRD Ingatkan Balikpapan Perkuat Pangan dan Air Bersih

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Ancaman El Nino mulai menjadi perhatian serius di Kota Balikpapan. Di tengah potensi cuaca ekstrem yang bisa memicu kekeringan dan gangguan pasokan, DPRD Kota Balikpapan mengingatkan pentingnya langkah antisipatif sejak dini. Ya, hal itu ditekankan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/4/2026).

Budiono menilai, kesiapan daerah tidak bisa setengah-setengah. Menurutnya, dua sektor krusial yang harus diperkuat adalah ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih, dua hal yang paling rentan terdampak saat El Nino terjadi. “Kalau kita tidak bersiap dari sekarang, dampaknya bisa terasa langsung ke masyarakat, terutama soal pangan dan air,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah untuk mulai mengurangi ketergantungan pada beras dengan memperkuat pangan alternatif. Komoditas seperti jagung, umbi-umbian, hingga tanaman lokal lain dinilai bisa menjadi penyangga di tengah potensi krisis.

Menurut Budiono, Balikpapan memang bukan daerah lumbung padi. Namun, bukan berarti tidak memiliki peluang untuk memperkuat sektor pangan. Ia menyebut masih ada lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman alternatif, selama didukung kebijakan dan anggaran yang tepat.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian membuat program. Lahan ada, tinggal bagaimana dimaksimalkan,” tegasnya.

Di sisi lain, persoalan air bersih juga menjadi sorotan. Selama ini, Balikpapan mengandalkan Waduk Manggar dan Waduk Teritip sebagai sumber utama. Namun, kapasitas yang terbatas dan distribusi yang belum merata dinilai menjadi tantangan besar, apalagi jika musim kering berkepanjangan terjadi. Budiono menilai pemerintah perlu membuka berbagai opsi solusi, mulai dari kerja sama suplai air regional hingga langkah sederhana seperti mendorong masyarakat melakukan panen air hujan.

“Solusi itu tidak harus selalu besar. Hal kecil seperti penampungan air hujan juga bisa sangat membantu jika dilakukan secara masif,” katanya.

Tak kalah penting, ia juga menyinggung persoalan klasik yang belum terselesaikan, yakni jaringan pipa distribusi yang sudah menua. Kondisi ini kerap memengaruhi kualitas air yang diterima masyarakat, meskipun air dari instalasi pengolahan sudah dalam kondisi baik. Peremajaan infrastruktur, kata dia, memang membutuhkan biaya besar. Namun, hal itu tidak bisa terus ditunda. Pemerintah daerah didorong untuk mencari dukungan pembiayaan, baik dari pemerintah pusat maupun skema lainnya yang memungkinkan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Budiono tetap optimistis Balikpapan mampu menghadapi dampak El Nino, asalkan ada langkah cepat, terukur, dan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan.

“Ini bukan hanya soal ancaman, tapi bagaimana kita mengubahnya menjadi momentum untuk berbenah,” pungkasnya. (lex)



Tinggalkan Komentar

//