Tulis & Tekan Enter
images

Fauzi Adi Firmansyah

DPRD Tak Rekomendasikan Desalinasi untuk Solusi Kebutuhan Air Bersih Balikpapan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Wacana penggunaan teknologi desalinasi air laut sebagai solusi penyediaan air bersih di Balikpapan rupanya tidak mendapatkan dukungan DPRD Kota Balikpapan. Para anggota legislatif Kota Beriman menyatakan bahwa mereka tidak merekomendasikan opsi tersebut. 

Setelah kunjungan ke Kota Batam beberapa waktu lalu, para anggota DPRD melihat bahwa proyek desalinasi di Indonesia masih dalam tahap konsep dan belum ada yang berhasil diterapkan secara efektif. Ketua Komisi II DPRD, Fauzi Adi Firmansyah mengatakan, teknologi desalinasi ini akan memakan biaya operasional yang sangat besar. 

"Memang bisa mengubah air laut menjadi air tawar yang layak konsumsi, tapi biaya yang dibutuhkan juga sangat tinggi," ujarnya. Kendati diakuinya melalui desalinasi tersebut bisa mengubah air laut menjadi air tawar yang layak konsumsi.

Ia membeberkan, harha jual air hasil desalinasi bisa mencapai Rp30 ribu bahkan Rp50 ribu per liter. Ini tentu tidak ekonomis dan malah berpotensi membebani masyarakat. Berbeda jika berkaca pada negara-negara Timur Tengah yang telah memiliki dukungan energi yang lebih murah dan teknologi yang lebih mumpuni.

"Berbeda dengan negara yang telah berhasil menerapkan teknologi desalinasi seperti Timur Tengah. Di sana mereka sudah didukung dengan energi lebih murah dan teknologi yang lebih maju. Makanya kami akan memikirkan solusi lain," ujarnya. 

Pihaknya berencana untuk berkomunikasi dengan DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Gubernur terpilih tekait pemanfaatan sungai Mahakam sebagai air baku. "Ini bisa jadi solusi alternatif. Rencana ini juga lebih realistis jika dibandingkan dengan desalinasi. Karena sungai Mahakam memiliki debit air yang melimpah," jelasnya. 

Apalagi Sungai Mahakam juga telah menjadi sumber air bagi beberapa daerah di Kaltim. Sehingga untuk realisasi proyek ini, pemerintah berencana membangun sistem pipanisasi dari Sungai Mahakam menuju Balikpapan dengan memanfaatkan jalur tol. 

Diharapkan ini bisa menjadikan distribusi air lebih efisien dan cepat, apalagi Balikpapan terus mengalami peningkatan kebutuhan air seiring pertumbuhan penduduk dan industri. "Semoga dengan ini permasalahan air bersih di kota Balikpapan bisa teratasi secara berkelanjutan," pungkasnya. (efa)


TAG

Tinggalkan Komentar

//