Tulis & Tekan Enter
images

Kepala DLH Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana

DLH Tegaskan Industri Wajib Tingkatkan Standar Pengelolaan Limbah Ramah Lingkungan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendorong dunia industri di daerah ini untuk bertransformasi menuju sistem pengelolaan limbah tanpa residu berbahaya atau zero waste. Ajakan ini sejalan dengan upaya menjaga kualitas lingkungan di tengah pesatnya pertumbuhan industri.

Dorongan tersebut kembali ditegaskan Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyusul rencana komisioning fasilitas baru milik PT Pertamina Patra Niaga dan penutupan fasilitas pengelolaan limbah pada proyek Refinery Development Master Plan Joint Operation (RDMP-JO).

Menurut Sudirman, langkah Patra Niaga yang memindahkan sisa bahan bakar dari fasilitas lama ke lokasi baru untuk kemudian diolah menjadi produk turunan merupakan inovasi yang patut diapresiasi. Model pengelolaan baru ini dinilai lebih ramah lingkungan dan selaras dengan konsep industri berkelanjutan.

“Kalau ada sistem baru yang bisa mengubah limbah menjadi produk bermanfaat tanpa menimbulkan residu berbahaya, itu jelas lebih baik. Secara lingkungan, ini bisa dikatakan clean and clear,” ujarnya, Senin (3/11/2025).

DLH memastikan pengawasan ketat selama proses penutupan fasilitas lama RDMP-JO untuk mencegah adanya sisa limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tertinggal di lokasi. Koordinasi intensif dilakukan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar nasional.

“Kami akan lakukan pemeriksaan menyeluruh. Jangan sampai ada sisa limbah yang tertinggal di area lama. Semua harus ditangani dengan tuntas dan aman bagi lingkungan,” tegasnya.

Sudirman menekankan bahwa prinsip utama dalam aktivitas industri bukan hanya mengelola dampak, tetapi mencegah pencemaran sejak sumbernya. Karena itu, DLH mendorong perusahaan untuk berinvestasi pada teknologi pengolahan limbah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Ia juga menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan lingkungan. “Balikpapan ini kota industri, tapi juga kota hijau. Maka, tanggung jawab menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Dunia industri harus menjadi pelaku utama dalam penerapan prinsip berkelanjutan,” ujarnya.

Langkah Patra Niaga dan RDMP-JO disebutnya dapat menjadi best practice yang perlu dicontoh industri lain di Balikpapan. Selain menjaga lingkungan, pengelolaan limbah berbasis inovasi juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi baru. “Kalau semua industri berpikir ke arah ini, mengubah limbah menjadi sumber daya baru, maka Balikpapan tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga pelopor kota hijau berkelanjutan,” akunya.

Dengan pengawasan DLH dan sinergi lintas sektor, Pemkot berharap Balikpapan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, sejalan dengan visinya sebagai Madinatul Iman yang bersih, sehat, dan tangguh. (rep)



Tinggalkan Komentar

//