Tulis & Tekan Enter
images

Beruang Madu Sakti sukses melaju ke babak final U-11 Walikota Cup dan akan menantang Bintang Timur.

Beruang Madu Sakti Tantang Bintang Timur di Final U-11 Walikota Cup

KaltimKita.com, BALIKPAPAN  -   Turnamen Sepakbola U-11 Walikota Cup memasuki babak puncak. Beruang Madu Sakti dan Bintang Timur akan saling berhadapan memperebutkan gelar juara yang akan berlangsung dalam waktu dekat secara serentak bersama partai final U-13 dan U-15 putra serta U-20 Putri. 

Berlangsung di Lapangan Mini Soccer Balikpapan Tennis Stadium, Sabtu (12/6/2021), Beruang Madu Sakti sukses menuntaskan perlawanan GISS BMFA dengan skor meyakinkan 3-2.

Beda halnya dengan Bintang Timur, tiket final didapat usai menang susah payah atas Telkom. Mereka menang drama adu penalti 2-1 paska bermain imbang 1-1.

Pelatih BMS Budi Utomo mengatakan bangga dengan perjuangan anak asuhnya. Apa yang diterapkan di lapangan bisa dimaksimalkan. Mereka begitu disiplin posisi termasuk transisi pemain berjalan efektif.

“Saya sudah tekankan ke pemain untuk bisa menguasi pertandingan. Aktif berlari dan berlari sesuai visi bermain kick and rush. Hasilnya bisa melaju hingga ke final,“ kata Budi Utomo kepada KaltimKita.com.

GISS BMFA harus puas memperebutkan tempat ketiga usai takluk 3-2 atas Beruang Madu Sakti.

Disisi lain, ia juga menekankan kepada pemainnya bila setiap pertandingan adalah final. Mereka harus benar-benar fokus.

“Di laga final nanti, masih ada waktu untuk evaluasi. Apalagi Bintang Timur merupakan tim besar dan kuat. Mereka tampil bagus. Semoga bisa memberikan hasil yang maksimal di final nanti,“ harapnya.

Sementara GISS BMFA yang harus memupus harapan melaju ke final, Pelatih Musliwim Taqwa  Wahid mengatakan tetap bangga dengan perjuangan pemainnya. Mengingat, mereka tetap tampil ngotot sejak babak penyisihan.

Apalagi, setiap pertandingan selalu tertinggal lebih dulu lalu bisa mengembalikan keunggulan. Termasuk lawan BMS di semifinal, GISS BMFA ketinggalan dua gol lebih dulu. Sempat imbang 2-2 dan akhirnya kalah akibat gol dimenit akhir lantaran para pemain lengah.

”Kami akui kami kalah stamina. Karena hanya istirahat 20 menit, sementara mereka istirahat satu jam. Tapi apapun itu tetap respect dan selamat buat BMS, semoga bisa menjadi juara,“ katanya.

Sementara Pelatih Bintang Timur Alimuddin yang sukses mengantarkan timnya ke final mengatakan dalam setiap turnamen yang diikuti, sejatinya anak asuhnya tidak dituntut untuk juara.  Mereka hanya diminta kerja keras. Karena dengan begitu, kemenangan merupakan bonus dari semua yang dilakukan.

”Dan kami juga selalu menyampaikan bahwa jangan pernah cepat berpuas diri. Mereka bukan pemain bintang dan bagus. Tapi dengan kerja keras, insya allah akan ada hasil yang memuaskan. Semoga di final nanti bisa memberikan hasil yang maksimal,“ harap Alimuddin. (and)

 

 


TAG

Tinggalkan Komentar

//