Kaltimkita.com, SAMARINDA - Di tengah kepanikan pandemi empat tahun lalu, ribuan dokumen mencatat perjuangan melawan Covid-19. Dari kebijakan hingga langkah penanganan, arsip ini menjadi saksi perjalanan berat yang kini mulai terlupakan. Namun, arsip-arsip tersebut memiliki nilai sejarah dan manfaat besar bagi generasi mendatang, jika dirawat dengan benar.
Arsip Covid-19 bukan sekadar kumpulan dokumen biasa. Di dalamnya terdapat data penting tentang kebijakan, langkah mitigasi, hingga respons masyarakat terhadap pandemi. Hal ini diungkapkan oleh Risnawati, Arsiparis dari DPK Kaltim, yang menegaskan bahwa arsip tersebut harus diprioritaskan sebagai rujukan penanganan wabah di masa depan.
“Arsip ini adalah aset strategis yang bisa digunakan untuk mengantisipasi wabah serupa. Kami memastikan bahwa dokumen ini terkelola sesuai standar agar tetap relevan,” ungkap Risnawati.
Sayangnya, arsip-arsip ini menghadapi ancaman. Dari kerusakan fisik hingga minimnya perhatian, keberadaan ribuan arsip di berbagai daerah Kaltim memerlukan pengelolaan yang serius. Beberapa arsip bahkan belum terdata dengan baik, sehingga berpotensi hilang atau tidak termanfaatkan.
Melihat tantangan ini, DPK Kaltim mengimbau seluruh lembaga terkait untuk lebih peduli terhadap penyelamatan arsip Covid-19.
"Arsip ini bukan hanya soal masa lalu, tetapi juga pelajaran untuk masa depan. Kita tidak boleh membiarkannya terlupakan," pungkasnya. (adv/ian)


