Tulis & Tekan Enter
images

Lokakarya lintas sektoral yang berlangsung di Aula Puskesmas Baru Ulu

Lokakarya Mini Lintas Sektor di Baru Ulu Fokus Tekan Stunting dan Penyakit Tidak Menular

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kelurahan Baru Ulu bersama Puskesmas Baru Ulu menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor sebagai upaya memperkuat koordinasi penanganan stunting dan penyakit tidak menular (PTM) di wilayah Baru Ulu.

Kegiatan tersebut diikuti unsur pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga lintas sektor terkait. Kegiatan yang berlangsung di Aula Puskesmas Baru Ulu itu dibuka langsung oleh Lurah Baru Ulu, Abas. 

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa persoalan kesehatan masyarakat harus ditangani secara bersama-sama melalui kolaborasi lintas sektor.

“Masalah stunting dan penyakit tidak menular ini tidak bisa ditangani sendiri oleh tenaga kesehatan. Semua pihak harus terlibat, mulai dari pemerintah kelurahan, RT, kader Posyandu, hingga masyarakat,” kata Abas, Sabtu (9/5/2026).

Ia menyebut kegiatan lokakarya menjadi wadah penting untuk menyamakan langkah dan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menjalankan program kesehatan di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kita bisa mengetahui kendala di lapangan sekaligus mencari solusi bersama. Jadi program kesehatan yang dijalankan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Abas juga menegaskan Pemerintah Kelurahan Baru Ulu akan terus mendukung berbagai program kesehatan yang dilaksanakan Puskesmas Baru Ulu, termasuk penguatan Posyandu dan edukasi pola hidup sehat kepada masyarakat.

“Kami di kelurahan tentu mendukung penuh kegiatan kesehatan masyarakat. Kader Posyandu juga punya peran besar karena mereka yang langsung bersentuhan dengan warga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Baru Ulu, dr. A. Wendhi Widata, dalam paparannya menjelaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Menurutnya, stunting bukan hanya soal kekurangan gizi, tetapi juga dipengaruhi pola asuh, sanitasi lingkungan, serta kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

“Stunting ini dampaknya jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak. Karena itu pencegahannya harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan,” jelas dr. Wendhi.

Ia mengatakan keterlibatan keluarga dan lingkungan sangat menentukan keberhasilan penanganan stunting di masyarakat.

“Kalau hanya tenaga kesehatan yang bergerak tentu tidak cukup. Perlu dukungan orang tua, kader, RT, dan semua pihak agar edukasi kesehatan bisa berjalan maksimal,” katanya.

Selain membahas stunting, dr. Wendhi juga menyoroti peningkatan kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes yang saat ini cukup banyak ditemukan di masyarakat.

“Penyakit tidak menular ini sering kali tidak disadari masyarakat karena gejalanya muncul perlahan. Karena itu kami terus mendorong pemeriksaan kesehatan rutin dan pola hidup sehat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan monitoring dan evaluasi Posyandu sebagai sarana koordinasi dan identifikasi kendala di lapangan. Evaluasi dilakukan untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi, balita, remaja, hingga lansia di wilayah Baru Ulu.

Diskusi bersama Dinas Kesehatan Kota Balikpapan turut digelar guna membahas evaluasi pelaksanaan Posyandu, penanganan stunting, serta penguatan program pencegahan PTM.

“Harapan kami koordinasi lintas sektor seperti ini terus berjalan sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin baik,” tutup Abas. (ref)



Tinggalkan Komentar

//