Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Curah hujan yang melanda kota Beriman belakangan ini telah menyisahkan genangan air di lingkungan-lingkungan warga. Pun begitu, menyebakan potensi tiimbul nya jentik nyamuk menjadi penyakit Demam Berdarah (DBD).
Ya, hal tersebut tengah menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan. Pasca pandemi Covid-19, Dinkes Kota Balikpapan saat ini tengah mewaspadai ancaman menyebarluas nya bahaya ancaman penyakit yang dapat merenggut nyawa tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, saat ini memang pihaknya mewaspadai penyakit berbahaya tersebut. Bahkan dari data yang dikumpulkan nya, sudah terdapat kasus DBD di wilayah kota minyak.
"Ya, kami memang mewaspadai DBD. Ada kenaikan tetapi belum significan, terutama di Kecamatan Balikpapan Selatan," katanya saat dihubungi melalui via Whatsapp, Selasa (7/6/2022) malam.
Dijelaskannya, data dari Dinkes hingga saat ini yang terkena DBD, untuk di wilayah Kecamatan Balikpapan Selatan ada 102 orang, Balikpapan Utara 78 orang, Balikpapan Kota 72 orang, Balikpapan Tengah 59 orang, Balikpapan Barat 51 orang, dan Balikpapan Timur 22 orang.
Kemudian wanita yang akrab disapa Dio ini dengan tegas menghimbau kepada seluruh masyarakat Balikpapan, termasuk instansi pemerintah maupun swasta, untuk segera melaporkan ke Puskesmas atau Dinkes jika menemui kasus-kasus DBD di lingkungan nya masing-masing.
Lalu, dilakukan Penyelidikan Epudemiologi (PE), dan jika memang hasil nya ditemukan banyak jentik nyamuk di wilayah tersebut, maka dilanjutkan dengan fogging.
"Jadi kami tidak langsung melakukan fogging tetapi melalui tahapan PE dahulu," ujar Dio.
Dio menambahkan, guna mengantisipasi secara jitu, agar kasus serupa di wilayah Kecamatan Balikpapan Selatan tidak terjadi di wilayah lainnya, pihak nya meminta kepada Pemerintah Kota untuk segera mengeluarkan surat edaran kerja bakti massal.
"Jadi Bapak Wali Kota akan mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh Camat, Lurah, Puskesmas dan Kader Jumantik, untuk melakukan Kerja Bakti Massal plus Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sekali seminggu," pungkasnya. (lex)


