KaltimKita.com, SANGATTA – Mengapa langkah arah Ketua DPW Berkarya Kaltim Sumaria harus kembali membentuk pelantikan deklarasi kepengurusan DPD Berkarya Kutim? Setelah pilkada Kutim 2020 nanti.
Tentunya hal ini tak lepas dari polemik perpecahan dua kubu versi berkarya yang mana ada Berkarya yang memang dari awal dibesarkan dan dinakhodai oleh putra ke-2 Presiden Alm Soeharto dan kubu Beringin Karya.
Setelah terjadi dua versi di tubuh Berkarya saat berada di Jakarta, lantas ketua DPP Berkarya pusat memberikan mandat kepada Sumaria Daeng Toba untuk segera menghidupkan dan membangkitkan kembali Berkarya.
”Karena saat perpecahan dualisme tersebut ternyata banyak juga kader Berkarya yang pindah haluan ke Beringin Karya seperti halnya yang terjadi di Kutim dimasa pilkada Kutim ini. Mengetahui hal tersebut lantas Tommy Soeharto memberikan mandat kepada Sumaria segera bentuk kepengurusan baru, ” ujar Sumaria Daeng Toba.
Ketua DPD Berkarya Kutim Andi Baso katakan Berkarya tetap satu saat ditemui awak KaltimKita.com.
Bahkan putra mantan presiden RI ke-2 itu sempat menanyakan kepada nya, apakah di Kaltim masih punya anggota yang siap menjadi kader Berkarya? ”Lantas saya jawab siap ada pak ketua. Akhirnya Pak Tommy Soeharto segera mengintruksikan membentuk lagi,” ujar Sumaria menjelaskan kronologinya tetap bertahan di Berkarya.
Lantas bagaimana dengan dukungan Berkarya awalnya dalam pilkada Kutim 2020 ini memberikan dukungan ke pasalon lainnya bukan nomor urut 1 cabup/cawabup Kutim Mahyunadi-Kinsu?
Sumaria menjelaskan baik dirinya dengan cawabup MaKin nomor urut 1 MaKin yakni Lulu Kinsu memiliki alur kronologis ceritanya baik dengan kedekatan partai Berkarya juga. ”Akan tetapi langkah kami mendukung pasangan Mahyunadi-Lulu Kinsu sudah di ketahui Tommy Soeharto dan beliau sangat respect mendukung juga,” beber ketua DPW Berkarya Kaltim.
Ia mengatakan sebagai kader yang tahu sejarah berdirinya Berkarya, tentunya akan komitmen dan sayang, setia, loyalitas kepada Berkarya di kepemimpinan Tommy Soeharto.
Tampak adik kandung cabup nomor 1 MaKin Mahyunadi, Maswar kenang sejarah besarnya Golkar di bawah kepemimpinan mantan ke 2 presiden RI Alm Soeharto.
“Kita tidak pungkiri duduknya para anggota dewan dari fraksi Berkarya tak lepas dari besarnya bendera Parpol dibawah pendirinya yaitu bapak Tommy Soeharto,” ulas Sumaria.
Selain itu yang mendorong kuat Sumaria mengimbau para ketua DPD Berkarya yang nantinya akan membawahi 10 Kabupaten dan Kota, untuk dukung pasalon yang memiliki peta kekuatan suara kuat, seperti halnya di Kutim sinyal-sinyal kemenangan itu ada pada pasangan nomor urut 1 cabup/cawabup Kutim Mahyunadi-Kinsu maka wajib didukung.
Nah Ketua DPD Kutim, Andi Baso juga mengungkapkan walau pendaftaran formulir Berkarya untuk nomor urut 1 MaKin tidak diterima KPU Kutim, serta menggunakan kelengkapan administrasi Beringin Karya, namun menurutnya tidak masalah. “Kan KPU sudah menyatakan tidak sah rekom Berkarya Tommy Soeharto, akan tetapi dukungan suara kami tetap ke pasangan cabup/cawabup nomor urut 1 Mahyunadi-Kinsu,” jelasnya.
”Perlu diingat Berkarya tetap satu. Berkarya tetap Berkarya yah Beringin Karya yah Beringin Karya,” jelas Ketua DPD Berkarya Kutim Andi Baso yang segera dilantik usai pilkada nantinya. (tim)


