Tulis & Tekan Enter
images

Sambut Baik Raperda KLA, Berikut Masukan Fraksi PKS DPRD Balikpapan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Fraksi PKS DPRD Kota Balikpapan menyambut baik inisiatif Pemerintah Kota dalam menciptakan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kota Layak Anak (KLA).

Hal tersebut disampaikan oleh Japar Sidik selaku Anggota Fraksi PKS DPRD Balikpapan saat menyampaikan pandangan umum Fraksi dalam Rapat Paripurna ke-5 masa sidang I di Gedung Parlemen Balikpapan, Senin (1/4/2024). 

Menurutnya, melalui Raperda Kota Layak Anak, Fraksi PKS berharap adanya perencanaan terpadu lintas sektor yang mengacu pada kepentingan terbaik anak.

"Sebagai contoh pembangunan ruang-ruang terbuka hijau yang ramah anak aman dan terang pada malam hari. Begitupula dengan angkutan umum ramah anak," terang Japar.

Japar meneruskan, Pemerintah diharapkan bukan hanya fokus kepada pembangunan fisik, namun kepentingan anak juga diakomodasi dalam kebijakan-kebijakan dan alokasi anggaran yang cukup dari APBD Kota Balikpapan.

Sebagai contoh, kata dia, perlunya kegiatan parenting di sekolah-sekolah, mengingat sebagian besar persoalan anak dimulai dari penerapan pola asuh yang kurang tepat. 

"Dinas Pendidikan bisa membuat kebijakan agar sekolah-sekolah wajib melaksanakannya. Dan dalam pelaksanaannya dapat bekerjasama dengan DP3AKB maupun mitra-mitranya," pinta Dewan Komisi III itu.

Pun begitu, perlunya pembinaan dan pengembangan organisasi yang bergerak dalam perlindungan anak dan penyelenggaraan hak anak. Karena penyelenggaraan Kota Layak Anak tidak terlepas dari peran organisasi dan komunitas masyarakat sebagai mitra yang turut berpartisipasi sesuai dengan segmennya masing-masing. 

"Contohnya Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang terbentuk sampai di tingkat RT, diantaranya Rumah Kelurahan Indonesia (RKI), Perkumpulan Orang Tua Anak Down Sindrome (POTADS) dan masih banyak lagi," jelasnya.

Japar menambahkan, Kawasan Bebas Tanpa Rokok (KSTR) juga menjadi indikator penilaian Kota Layak Anak. Hingga kini Prevalensi anak Indonesia yang merokok masih tinggi, sehingga perlu upaya bersama untuk melindungi anak dari bahaya merokok. (lex)


TAG

Tinggalkan Komentar

//