Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Dalam debat publik kedua Pilkada Balikpapan 2024 yang berlangsung di Hotel Grand Senyiur pada Kamis (7/11/2024) malam, pasangan calon nomor urut 3, Muhammad Sa'bani dan Syukri Wahid menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dan fakta untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi kota ini, terutama dalam bidang infrastruktur dan layanan dasar.
Syukri Wahid menyampaikan, bahwa tema debat yang berfokus pada infrastruktur dan kebutuhan dasar publik sangat relevan dengan visi mereka untuk menciptakan solusi yang lebih praktis dan aplikatif bagi warga Balikpapan.
Menurutnya, hal ini merupakan kesempatan untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan saat ini yang dinilai belum maksimal.
"Kami melihat banyak masalah mendasar yang belum terselesaikan, seperti tingginya angka stunting dan masalah banjir yang sudah tercatat dalam RPJMD, serta program-program yang tidak tercapai seperti distribusi air bersih yang hanya 79 persen, padahal targetnya 100 persen," ucap Syukri didampingi Sa'bani.
Menanggapi kritik dari pasangan calon lainnya terkait relevansi pertanyaan yang diajukannya, Syukri menegaskan bahwa setiap isu yang diangkat selama debat didasarkan pada data dan fakta yang kuat.
“Kami tidak akan mengajukan pertanyaan tanpa dasar yang jelas. Semua yang kami sampaikan berasal dari data yang valid," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap janji-janji yang belum terwujud, seperti layanan air bersih, serta rencana mereka untuk meningkatkan sektor pendidikan.
"Pendidikan akan menjadi prioritas utama dalam RPJMD. Kami berkomitmen untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Balikpapan dengan program-program terukur," tambahnya.
Dalam program pendidikan, pasangan ini berencana memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah swasta dan subsidi SPP bagi siswa kurang mampu, sambil memastikan adanya koordinasi intensif dengan ASN dan birokrasi untuk pencapaian target di tahun pertama masa jabatan.
“Dengan pendekatan berbasis evaluasi kinerja yang transparan dan solusi yang aplikatif, Sa'bani-Syukri percaya bahwa perubahan nyata dapat tercapai untuk Balikpapan, jika mereka diberi kepercayaan untuk memimpin kota ini,” paparnya. (rie)


