Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan nomor urut 2, Rendi Susiswo Ismail dan Edy Sunardi Darmawan, kembali tampil dalam debat publik kedua di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Kamis (7/11/2024) malam.
Dalam debat, mereka menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memilih pemimpin yang tepat, dengan mengedepankan pemilih yang cerdas dan rasional.
“Tema debat kali ini berfokus pada visi dan misi, namun tetap memiliki kesamaan dengan debat pertama, yakni soal substansi solusi yang ditawarkan untuk masalah-masalah di Kota Balikpapan,” ucap Rendi kepada media.
Ia menyampaikan, bahwa esensi debat adalah agar masyarakat bisa memahami dengan jelas pemikiran masing-masing paslon mengenai permasalahan kota.
"Kami ingin masyarakat Balikpapan bisa menjadi pemilih yang sehat, rasional, dan mengutamakan akal sehat dalam menentukan pilihan mereka. Ini penting, karena keputusan mereka akan menentukan masa depan kota," ujarnya.
Menurutnya, dalam kontestasi Pilkada, pemilih yang rasional akan memilih pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah konkret, seperti banjir, kemacetan, hingga isu-isu sosial dan ekonomi yang menjadi keluhan warga.
“Setiap Paslon sudah menyampaikan visi dan misinya dengan tujuan agar masyarakat bisa memilih pemimpin yang berkomitmen nyata dalam menyelesaikan persoalan,” imbuhnya.
Rendi juga mengingatkan bahwa Balikpapan dikenal dengan sebagai warga yang cerdas dan kritis dalam memilih pemimpin.
"Masyarakat Balikpapan harus menjadi pemilih yang paham akan pentingnya akal sehat dan rasionalitas dalam memilih pemimpin yang akan bekerja untuk kepentingan rakyat," terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Rendi menyoroti sejumlah masalah utama yang kerap dikeluhkan warga, seperti banjir dan kemacetan, serta isu terkait pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kelangkaan gas elpiji. Ia meyakini, dengan koordinasi yang baik antar pihak terkait, masalah-masalah ini bisa segera ditangani.
"Kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah banjir dan kemacetan. Selain itu, kelangkaan BBM dan gas elpiji adalah masalah yang bisa segera diatasi dengan koordinasi yang baik dengan Pertamina dan pihak terkait lainnya. Ini bukan masalah besar jika ada komunikasi yang tepat," terang Rendi.
Ia juga berharap agar debat-debat selanjutnya bisa lebih banyak membahas visi tentang menjadikan Balikpapan sebagai kota yang lebih maju, pintar, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi warganya. (rie)


