KaltimKita.com, BALIKPAPAN — Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kamis (30/4/2026). Berlangsung hingga 3 Mei 2026 dengan diikuti perwakilan dari 29 pengurus provinsi.
Ketua PP Pelti, Nurdin Halid, mengatakan Rakernas kali ini membahas dua hal strategis, yakni evaluasi program kerja tahun 2025 serta penyusunan program kerja tahun 2026. Selain itu, forum juga mengagendakan pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Ia menegaskan, pembinaan usia dini menjadi fokus utama ke depan, dengan konsep yang berkelanjutan dan berkesinambungan guna mencetak atlet berprestasi.
Ia juga mengungkapkan rencana percepatan Musyawarah Nasional (Munas) untuk mencari figur ketua umum baru. Hal ini seiring keputusannya untuk tidak melanjutkan kepemimpinan karena ingin fokus mengabdi sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.
Sementara itu, Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Usman Ali Mustofa, menyampaikan bahwa pihaknya tengah merevisi Peraturan Presiden tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Dalam revisi tersebut, cabang olahraga tenis akan dimasukkan sebagai cabang olahraga unggulan.
“Jangan sampai sudah menjadi cabang olahraga unggulan, tetapi tidak diikuti dengan prestasi. Kami berharap tenis mampu meloloskan atlet ke Olimpiade. Itulah alasan tenis masuk sebagai cabang prioritas,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Hukum KONI Pusat, Widodo Sigit Pudjianto, menilai tenis Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah internasional. Ia mencontohkan capaian pada ajang SEA Games Thailand tahun lalu, di mana Indonesia berhasil meraih tiga medali emas dan enam perunggu.
“Dengan pembinaan yang tepat, prestasi tersebut harus bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan,” katanya.
Ketua panitia Rakernas, M. Jafar Hafsah, yang juga Wakil Ketua Umum Pengprov Pelti Kalimantan Timur, menyebutkan kehadiran 29 daerah menjadi bukti tingginya komitmen dalam memajukan tenis nasional. Ia berharap Rakernas ini mampu memantapkan program kerja Pelti pada 2026.
“Rakernas ini menjadi momentum untuk memperkuat arah kebijakan dan program pembinaan tenis di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (and)

