Tulis & Tekan Enter
images

Kerja Bakti Massal Jadi Motor Gotong Royong di Baru Ilir

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, terus memperkuat budaya gotong royong melalui program Kerja Bakti Massal (KBM) yang digelar rutin setiap bulan. Kegiatan ini menjadi strategi berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertib.

Lurah Baru Ilir Hendra Jaya Prawira menjelaskan, bahwa kerja bakti dilaksanakan secara bergilir di setiap RT dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari ketua RT, tokoh masyarakat, Karang Taruna, hingga kelompok PKK.

“Setiap bulan kami jadwalkan kerja bakti bersama. Ini bukan hanya soal membersihkan lingkungan, tapi juga membangun kebiasaan warga agar menjaga kebersihan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

28713862-94f8-45da-8852-94e9e7ae44e7

Program KBM tidak sekadar kegiatan bersih-bersih. Kelurahan juga memanfaatkannya sebagai sarana edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah tangga.
Dalam setiap pelaksanaan, warga diajak memahami cara memilah sampah, menjaga drainase tetap bersih, serta menciptakan lingkungan yang sehat.

Menurut Hendra, partisipasi warga terus menunjukkan tren positif. Antusiasme masyarakat dinilai menjadi indikator tumbuhnya kesadaran kolektif dari tingkat keluarga hingga lingkungan RT.

“Kesadaran itu memang tidak bisa instan. Tapi dengan kegiatan rutin seperti ini, perlahan-lahan akan terbentuk,” katanya.

Meski demikian, tantangan masih dihadapi, terutama di kawasan pesisir yang rentan terhadap pencemaran sampah rumah tangga. Kondisi ini membuat upaya edukasi harus terus diperkuat agar perubahan perilaku masyarakat bisa lebih cepat tercapai.

Kelurahan pun berkomitmen menggandeng berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan dan komunitas lingkungan, untuk memperluas jangkauan sosialisasi.
Selain berdampak pada kebersihan, kerja bakti massal juga menjadi ruang mempererat hubungan sosial antarwarga. Kegiatan biasanya diisi dengan penataan taman, pembersihan drainase, hingga pengecatan fasilitas umum agar lingkungan tampak lebih rapi dan asri.

Hendra berharap, program ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi berkembang menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
“Kalau semangat gotong royong ini terus dijaga, Margo Mulyo bisa menjadi contoh dalam membangun lingkungan bersih dan masyarakat yang peduli,” tutupnya.(ref)



Tinggalkan Komentar

//