Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Muhammad Dendy seorang penyandang disabilitas memiliki keinginan kuat untuk turut terlibat dalam pembangunan di kota Balikpapan. Ya, Pria yang kini berusia 29 tahun itu berharap mendapatkan kesempatan di dalam dunia pekerjaan seperti kaum mayoritas lainnya.
Saat ditemui beberapa waktu lalu, warga asal Balikpapan selatan ini sedikit mencurahkan harapannya.
Meski memiliki keterbatasan, namun Dendy tak menganggap hal tersebut menjadi sebuah penghalang untuk membuktikan kemampuannya di dunia pekerjaan.
"Saya berharap, teman-teman disabilitas juga mendapatkan kesempatan yang lebih terbuka untuk bekerja di kota ini," kata Dendy diterjemahkan juru bahasa isyaratnya Ade Rima Suryani, belum lama ini.
Adapun bentuk upayanya, Dendy mengaku sering mengikuti berbagai pelatihan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) khusus teman-teman Difabel. Salah satunya, mengikuti Sosialisasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan Kota Balikpapan yang digelar oleh Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (Sigab) di Hotel Maxone, Selasa (3/12/2024) lalu.
Meski demikian, dia mengungkapkan masih banyaknya hambatan yang dihadapi oleh kaumnya, terutama dalam memperoleh sebuah pekerjaan.
"Kalau di Jawa, peluang pekerjaan untuk disabilitas sudah lumayan banyak. Sayangnya di Balikpapan masih sangat terbatas," ucapnya kecewa.
Sebelumnya, Dendy sendiri memiliki pengalaman mengikuti pelatihan barista (peramu kopi) selama 10 hari yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Balikpapan yang bekerja sama dengan Dialog Coffee.
"Awalnya memang sulit, namun dikarenakan pelatihannya berlangsung lama dan tekniknya diulang-ulang, akhirnya saya bisa meracik kopi dengan baik," katanya.
Alih-alih menjadi peracik kopi, Dendy berterus terang sebenarnya lebih berminat bekerja di bidang administrasi dan pergudangan. Apalagi, bagian itu merupakan salah satu yang paling sesuai dengan keahliannya.
Dengan melihat minimnya aksesibilitas, meskipun kota ini memiliki moto Balikpapan Inklusif, Dendy yang juga merupakan anggota komunitas Semangat Muda Tuli Balikpapan (Semut Balikpapan) dan organisasi Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Cabang Balikpapan, pun berusaha untuk terus memperjuangkan kesetaraan.
Ia berharap penuh agar Pemerintah Kota Balikpapan sejatinya dapat memberikan perhatian lebih dan wadah khusus kepada kaumnya, baik dalam bentuk fasilitas publik yang ramah difabel maupun kebijakan yang membuka peluang kerja.
"Saya berharap agar pemerintah dapat melibatkan teman-teman disabilitas supaya kesetaraan dalam bermasyarakat bisa terwujud. Dan kami pun diberikan fasilitas untuk dapat terlibat langsung dalam pembangunan," tutupnya. (lex)


